
Majalengka – Bupati Majalengka H. Eman Suherman menghadiri sekaligus menyampaikan sambutan pada acara Puncak Resepsi Milad ke-108 Persatuan Ummat Islam (PUI) dan Doa Bersama untuk Bangsa Tingkat Pusat yang digelar di Pesantren Pondok Mufidah Santi Asromo, Majalengka, Senin (23/02).
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran pejabat utama Polri, Ketua Majelis Syura PUI KH Nurhasan Zaidi, Ketua Umum DPP PUI H Raizal Arifin, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan, jajaran pengurus pusat, wilayah, daerah, cabang PUI, para ulama, tokoh masyarakat, serta ribuan santri dan tamu undangan dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Eman Suherman menyampaikan ucapan selamat Milad ke-108 kepada seluruh keluarga besar PUI. Ia menegaskan bahwa PUI merupakan organisasi besar yang lahir dari rahim sejarah perjuangan bangsa dan telah memberikan kontribusi nyata dalam membangun umat sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
“Momentum Milad ke-108 ini bukan sekadar peringatan usia, tetapi refleksi sejarah sekaligus penguatan integritas organisasi. Semangat persatuan yang diwariskan para pendiri harus terus menjadi energi dalam menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Bupati juga mengulas sejarah berdirinya PUI sejak tahun 1911 yang tidak terlepas dari kiprah KH. Abdul Halim asal Ciborelang, Jatiwangi, serta proses fusi bersejarah pada 5 April 1952 di Istana Bogor yang melahirkan Persatuan Ummat Islam sebagaimana dikenal hingga saat ini. Nilai persatuan dan kesatuan yang menjadi asas perjuangan PUI, menurutnya, tetap relevan di tengah dinamika global dan tantangan kebangsaan saat ini.
Dalam perspektif pembangunan daerah, Bupati berharap PUI terus memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka guna mendukung visi pembangunan Tahun 2025–2028, yakni “Majalengka yang Langkung Sae.”
Ia menilai, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan keagamaan seperti PUI sangat penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia, memperkuat pendidikan, serta menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan empat harapan kepada PUI:
- Memperkuat kemitraan dalam pembangunan daerah.
- Mengembangkan komunikasi internal dan eksternal organisasi.
- Mengakomodir kepentingan umat secara luas dan inklusif.
- Meningkatkan profesionalitas manajemen organisasi dan amal usaha.
Menurutnya, dengan manajemen yang profesional dan jejaring yang kuat, PUI akan semakin kokoh sebagai organisasi keummatan yang berkontribusi bagi bangsa dan daerah.
Acara Milad ke-108 ini kemudian ditutup dengan doa bersama untuk bangsa sebagai bentuk ikhtiar spiritual demi terwujudnya Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.