Sukabumi — Di balik rangkaian kegiatan Kemah Nasional Pramuka PUI Tahun 2026 yang akan digelar di Selabintana Camping Ground, Sukabumi, Jawa Barat, pada 2–4 September 2026, ada satu benang merah yang sengaja dirancang sejak awal oleh tim Steering Committee (SC): menjadikan momentum ini sebagai ruang penguatan jiwa kebangsaan dan kepemimpinan generasi muda PUI, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045.
Ketua SC Kemah Nasional, Kak Irfan Ahmad Fauzi, M.Hum, menjadi salah satu sosok kunci di balik penyusunan konsep besar acara ini. Sebagai Ketua Steering Committee, ia bersama jajaran SC merumuskan arah kegiatan agar tidak berhenti sebagai seremoni kepanduan semata.
“Kami menjadikan momentum ini sebagai ruang penguatan jiwa kebangsaan dan kepemimpinan generasi muda PUI, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045,” ujar Irfan. Ia menambahkan, “Kami ingin ini menjadi ruang pembentukan karakter kebangsaan yang relevan dengan tantangan zaman.”
Hal itu tergambar jelas dari susunan agenda inti Kemah Nasional. Apel Akbar Pramuka PUI, Pelajar, Mahasiswa, Brigade Intisab, SCB, Pemuda PUI dan Guru PUI bersama Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dirancang bukan sekadar seremoni protokoler, melainkan simbol pertemuan generasi muda PUI dengan negara — momentum yang menegaskan bahwa kaderisasi PUI sejalan dengan agenda besar kebangsaan, bukan berjalan terpisah darinya.
Semangat serupa juga terlihat dari Talkshow “Bangga Menjadi PUI”, yang turut dihadiri langsung oleh Kak Irfan Ahmad Fauzi bersama Kak KH. Maman Abdurrahman dan Kak Dr. Kana Kurniawan. Forum ini dirancang sebagai ruang dialog untuk menanamkan kebanggaan berorganisasi sekaligus kesadaran bahwa generasi muda PUI adalah bagian dari proyeksi besar Indonesia ke depan — sebuah generasi yang disiapkan bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Konsep besar ini juga selaras dengan agenda Jumpa Tokoh dan Karang Pamitran yang menghadirkan sejumlah figur nasional maupun lintas lembaga, termasuk perwakilan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Kehadiran unsur-unsur di luar PUI dalam rangkaian Kemah Nasional menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membuka ruang kolaborasi PUI dengan berbagai elemen bangsa, sejalan dengan semangat mendukung program-program pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda yang unggul.
Ketua Umum DPP PUI, H Raizal Arifin, M.Sos, sebelumnya menegaskan bahwa Kemah Nasional dimaksudkan untuk melahirkan generasi muda yang mampu memimpin dirinya, memimpin lingkungannya, dan pada waktunya memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara — visi yang sejalan dengan arah besar yang dirumuskan tim SC di balik layar penyusunan konsep acara.
“Kami ingin anak-anak muda PUI tumbuh menjadi generasi yang mampu memimpin dirinya, memimpin lingkungannya, dan pada waktunya mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.”
Dengan konsep yang dirancang tim Steering Committee sejak tahap perencanaan, Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar kegiatan tahunan kepanduan — melainkan ikhtiar PUI untuk turut ambil bagian dalam mempersiapkan generasi muda yang berkarakter, berjiwa kepemimpinan, dan siap menyongsong cita-cita besar Indonesia Emas 2045.
