
Bandung — Dikdasmen DPP Persatuan Ummat Islam (PUI) bersama Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Halim Sanusi (UHS) menyelenggarakan seminar internasional bertajuk “Curriculum Transformation Towards Education for All” pada Kamis (16/4/2026) di Bandung.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. H. Ismail MD Zain, Ph.D sebagai keynote speaker, serta dihadiri oleh Rektor UHS Ir. Setiadi Yazid, M.Sc., Ph.D., Kaprodi PGSD Nanang Mulyana, S.Pd.I., M.Pd., Wakil Ketua Bidang Dikdasmen DPP PUI Rijal Wahid Muharram, M.Pd., jajaran pimpinan kampus, jajaran dosen, serta mahasiswa PGSD.
Seminar ini mengangkat urgensi transformasi kurikulum di tengah dinamika perubahan global yang semakin cepat. Dunia pendidikan saat ini tidak lagi cukup berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga harus mampu membentuk karakter dan kesiapan peserta didik dalam menghadapi tantangan masa depan yang kompleks, atau dikenal dengan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity).
Dalam sambutannya, Rijal Wahid Muharram, M.Pd., menegaskan bahwa transformasi kurikulum merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera diwujudkan oleh PUI sebagai organisasi yang memiliki jaringan pendidikan luas di Indonesia.
“PUI memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan sistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Transformasi kurikulum bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keniscayaan agar lembaga pendidikan kita mampu melahirkan generasi yang unggul dan relevan dengan kebutuhan masa depan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk institusi internasional, menjadi bagian penting dalam merealisasikan target strategis PUI di bidang pendidikan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar Dikdasmen DPP PUI dalam membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, sekaligus mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan PUI,” tambahnya.
Sementara itu, dalam paparannya, Dr. Ismail menegaskan bahwa guru memiliki posisi kunci dalam mendorong terwujudnya pendidikan berkelanjutan (Education for Sustainable Development/ESD). Menurutnya, guru harus mampu merancang pembelajaran secara terstruktur dan terintegrasi agar peserta didik memiliki kompetensi yang relevan, baik dari aspek pengetahuan maupun keterampilan hidup.
Sebagai bagian dari solusi inovatif, diperkenalkan aplikasi CIDS NewGen (Collaborative Instructional Design System), sebuah sistem yang dirancang untuk membantu guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran abad ke-21 secara lebih efektif dan profesional. Dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI), platform ini memungkinkan integrasi berbagai sumber belajar digital, sekaligus mendukung pelaksanaan pembelajaran berbasis virtual maupun hybrid.
Pemanfaatan CIDS NewGen tidak hanya meningkatkan efisiensi dalam perencanaan pembelajaran, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antarpendidik serta memudahkan pihak pengelola dalam melakukan monitoring dan evaluasi.
Melalui implementasi sistem ini, diharapkan terjadi penguatan dalam desain kurikulum yang lebih adaptif, sekaligus mendukung kesiapan peserta didik dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan di masa mendatang.
Seminar berlangsung secara dinamis dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan sesi tanya jawab, yang menjadi ruang eksplorasi bersama terkait praktik transformasi kurikulum di era pendidikan modern.