Dengan berbagai ungkapan, kitab suci Al-Qur’an menekankan persatuan dan persaudaraan Islam. Di antara ungkapan itu berupa perintah dan seruan dari Allah Swt: Berpeganglah kalian kepada tali Allah (QS. Âli Imran: 103); damaikanlah di antara kedua saudaramu (QS. Hujurât: 9-10); jalinlah ikatan (QS. Al-Ânfâl: 11; Âli Imran: 200; Al-Kahfi: 14); dan saling menolonglah kalian (QS. Al-Maidah: 2).

Al-Qur’an juga menyebut prinsip perdamaian (QS. Al-Baqarah: 208) sebagai fondasi bagi terciptanya persatuan ummat. Juga prinsip ishlah di antara umat (QS: Al-Baqara: 224; An-Nisa’: 114); eratkan hati-hati mereka (QS. Al-Anfal: 63; At-Taubah: 60); prinsip persaudaraan (ukhuwah) (QS. Al-Anbiya’: 92; Al-Mu’minun: 52); dan prinsip kecintaan (mawaddah) (QS. Al-Ahzab: 5; Al-Hijr: 47).

al-quran-yang-mulia

Di antara prinsip-prinsip di atas, salah satunya prinsip “berpegang erat kepada tali Allah” yang sering dianjurkan di bimbar-mimbar masjid dan pengajian. Secara gamblang al-Quran menyebutkan bahwa “berpeganglah erat pada tali Allah” merupakan prinsip, fondasi dan pedoman persatuan serta persaudaraan antarumat Islam, yang didemonstrasikan dengan betuk dan model yang beragam.

Poros utama kesatuan ini ialah Allah Swt. Faktor utama, pertama dan akhir kehidupan, perkembangan, kemajuan dan persatuan umat Islam akan membentuk landasan dan basis bagi hakikat “perpegangan akan tali Allah” yang diperintahkan dalam kitab suci Al-Qur’an tersebut.

Ayat 103 surah Ali Imran dengan mengingatkan akan anugerah Islam dan tali Allah Swt, memberikan kekuatan kepada kaum muslimin pada masa kemunculan Islam untuk menyingkirkan permusuhan, perpecahan, konflik yang berkepanjangan antara mereka, serta menciptakan kecintaan, persaudaraan dan solidaritas Islam di atara diri mereka.

al-quran-1

Di dalamnya, Allah Swt berfirman, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu, karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara.” (QS: Ali Imran: 103).

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan dua kabilan Aus dan Khazraj, yang selama seratus tahunan terus saling berperang, mendendam permusuhan dan pertumpahan di antara kedua kabilah ini. Generasi demi generasi -baik di malam maupun siang hari- disibukkan dengan berperang dan saling membunuh di antara mereka.

Hingga pada akhirnya Allah Swt mengutus Nabi Muhammad yang mengajak mereka kepada agama Islam dan mereka pun menerima dan memeluk agama ilahi ini. Berkat anugerah Islam dan al-Qur’an, api kebencian dan permusuhan panjang di antara kedua kabilah tersebut dapat terpadamkan dan mereka pun saling mencintai dan bersaudara.