Kepala BPJPH Resmi Membuka Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal PUI

Jakarta – Halal Center Persatuan Ummat Islam (PUI) sukses menyelenggarakan Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) yang dilaksanakan secara daring pada Selasa, 13 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, dengan proses pendaftaran dan pendataan peserta dilakukan secara terstruktur melalui basis data Google Form.

Ketua Halal Center PUI, Yance, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen PUI dalam memperkuat ekosistem halal nasional, khususnya melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia pendamping halal.

“Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal ini kami selenggarakan secara daring untuk menjangkau lebih banyak peserta secara nasional. Tercatat sebanyak 200 peserta terdaftar secara resmi melalui sistem berbasis Google Form, sehingga data peserta terdokumentasi dengan baik dan siap ditindaklanjuti dalam proses pembinaan lanjutan,” ujar Yance.

Ia menegaskan bahwa Halal Center PUI akan terus berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyiapkan pendamping halal yang kompeten, berintegritas, dan memahami regulasi serta praktik jaminan produk halal.

Yance juga menyampaikan bahwa pelatihan ini juga menjadi salah satu bentuk pelayanan umat karena itu acara ini digelar secara gratis tanpa biaya oleh Halal Center PUI.

Sementara itu, Ust Haikal Hassan atau yang akrab disapa Babe Haikal, selaku Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), menyampaikan apresiasi tinggi kepada Halal Center PUI atas inisiatif dan konsistensinya dalam mendukung program jaminan produk halal nasional.

“Saya mengapresiasi Halal Center PUI yang secara aktif mengambil peran strategis dalam menyiapkan pendamping halal. Ini adalah kerja besar dan mulia untuk umat dan bangsa,” tutur Babe Haikal dalam sambutannya.

Dalam pemaparannya, Babe Haikal juga menjelaskan potensi besar industri produk halal di Indonesia, sekaligus tantangan yang masih dihadapi, mulai dari literasi halal pelaku usaha, pemerataan pendamping halal, hingga percepatan sertifikasi halal khususnya bagi UMKM. Ia menekankan bahwa peluang menjadi Pendamping Proses Produk Halal terbuka sangat luas dan memiliki nilai strategis dalam mendorong daya saing ekonomi nasional.

“Indonesia memiliki potensi menjadi pusat halal dunia. Namun, ini hanya bisa terwujud jika kita memiliki pendamping halal yang cukup, profesional, dan berkomitmen. Pelatihan seperti yang dilakukan PUI ini adalah jawaban atas tantangan tersebut,” tambahnya.

Melalui pelatihan ini, Halal Center PUI berharap dapat melahirkan pendamping-pendamping halal yang siap terlibat aktif dalam proses sertifikasi halal, sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem halal Indonesia yang berkelanjutan.

— Humas PUI —

Exit mobile version