DakwahOpini

Mengenal Ilmu Fisika

Oleh: Ajengan KH. TB. Hadi Sutiksna

Ketua Lembaga Hisab Rukyat PUI

Fisika dinamakan juga ilmu thobi’ah atau ilmu watak karena pada waktu kejayaan umat Islam, ilmu tersebut, yang memang pada dasarnya berusaha untuk mengungkapkan sifat dan kelakuan alam di sekitar kita ini pada kondisi-kondisi tertentu, menyatakan bahwa kelakuan yang diperlihatkan itu menunjukkan watak alam itu sendiri.

Memeriksa/pengamatan terhadap alam semesta dapat diartikan membaca ayatullah yang dapat merinci dan menguraikan serta menerangkan ayat-ayat di dalam al-Qur’an yang merupakan garis besar; sebab di dalam kitab suci itu sendiri, alam semesta serta proses-proses yang terjadi di dalamnya sering kali dinyatakan sebagai ayat Allah.

Setelah pengamatan, unsur penting yang kedua dalam pengembangan fisika adalah pengukuran. Kuantifikasi dilakukan semaksimal mungkin; sebab, segala sesuatu akan menjadi kabur dalam fisika apabila hanya dinyatakan secara kualitatif saja.

Seorang fisikawan yang mendengar ucapan seperti: “Angin meniup sepoi-sepoi basa” akan berkomentar bahwa ungkapan tersebut bukanlah pernyataan fisis tetapi puisi; tetapi “Udara mengalir dengan kecepatan 8 kilometer per jam, dengan suhu 22 derajat celsius dan kelembaban 85 prosen” akan dikatakannya sebagai suatu pernyataan fisika.

Memang demikianlah keadaannya; sebab, di dalam fisika semua eksperimen yang melandasi pernyataan fisika harus dapat direproduksikan agar dapat dikaji ulang oleh fisikawan lainnya.

Unsur penting yang ketiga, dalam pengembangan fisika, adalah analisis terhadap data yang terkumpul dari berbagai pengukuran atas besaran-besaran fisis yang terlibat, yang dilakukan melalui proses pemikiran yang kritis, yang kemudian dilanjutkan dengan evaluasi hasil-hasilnya dengan penalaran yang sehat untuk mencapai kesimpulan yang rasional; yang terakhir ini merupakan unsur penting yang keempat.

Pentingnya peranan pikiran yang kritis dan penalaran yang rasional ini bagi pengungkapan kelakuan alam semesta ditekankan dalam ayat 11 dan 12 surah an-Nahl:

“Dia menumbuhkan bagimu, dengan air hujan itu, tanaman tanaman zaitun, korma, anggur, dan segala macam buah-buahan sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat ayatullah bagi mereka yang maupu berpikir. Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu; dan bintang-bintang itu ditundukkan (bagimu) dengan perintahNya; sebenarnya pada yang demikian itu terdapat ayatullah bagi kaum yang menalar.”

Wallaahu a’lam.

Related Articles

Back to top button