Di PUI, organisasi otonom (ortonom) adalah organisasi afiliasi yang melekat dan tak terpisahkan dari organisasi PUI dengan kewenangan otonomi. Otonom, artinya, mereka mengatur rumah-tangganya sendiri. Pada saat ini, ortonom yang sudah ada adalah: WANITA PUI dan PEMUDA PUI.

Dalam hal kedua lembaga tadi, masing-masing ortonom berfungsi melaksanakan program PUI oleh muslimah dan generasi muda PUI.

Organisasi Otonom didirikan dan dibubarkan dengan putusan Musyawarah Majelis Syura. Ortonom mempunyai Pedoman Dasar Otonom (PDO) dalam bentuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga masing-masing, dengan merujuk pada AD-ART dan Pedoman Dasar PUI. Mereka pun menyusun visi, missi dan program sebagai penjabaran dan pendukung visi, misi dan program PUI.

slider-2-bw

WANITA PUI

  • Keanggotaan WANITA PUI terdiri dari muslimah anggota PUI dan simpatisan PUI.
  • Kepemimpinan dan Program Kerja WANITA PUI Tingkat Pusat diputuskan dalam Muktamar WANITA PUI yang diselenggarakan 5 (lima) tahun sekali dan disahkan oleh Majelis Syura.
  • Ketua Umum Pengurus Pusat WANITA PUI ex-officio adalah Anggota Badan Pekerja Majelis Syura PUI.
  • Pada semua tingkat kepemimpinan/kepengurusan PUI, Ketua Pengurus WANITA PUI ex-officio adalah Anggota Pleno Pengurus PUI setempat.
  • Kepemimpinan dan program periodik WANITA PUI semua tingkatan dari Tingkat Wilayah sampai dengan Komisariat diputuskan dan ditetapkan sesuai Pedoman Dasar Otonom (PDO)/AD-ART Wanita PUI.
  • Hubungan Pimpinan WANITA PUI dengan Pimpinan PUI di setiap tingkatan bersifat koordinatif dan konsultatif.
  • Ketentuan-ketentuan mengenai kinerja organisasi diatur dalam Pedoman Kerja WANITA PUI.

slider-4-bw

PEMUDA PUI

  • Keanggotaan PEMUDA PUI terdiri dari generasi muda keluarga besar dan simpatisan PUI, termasuk di dalamnya mahasiswa yang bergabung dalam Himpunan Mahasiswa (HIMA) PUI dan Himpunan Pelajar (HIJAR) PUI.
  • Kepemimpinan dan program PEMUDA PUI Tingkat Pusat diputuskan dalam Muktamar PEMUDA-PUI yang diselenggarakan 5 (lima) tahun sekali dan disahkan oleh Majelis Syura.
  • Ketua Umum Pengurus Pusat PEMUDA PUI ex-officio adalah Anggota Badan Pekerja Majelis Syura.
  • Pada semua tingkat kepemimpinan/kepengurusan PUI Ketua Pengurus PEMUDA PUI ex.officio adalah Anggota Pleno Pengurus PUI setempat.
  • Kepemimpinan dan program periodik PEMUDA PUI semua tingkatan dari tingkat Wilayah sampai dengan Komisariat diputuskan dan ditetapkan sesuai Pedoman Dasar Otonom/AD-ART PEMUDA PUI.
  • Hubungan Pimpinan PEMUDA PUI dengan Pimpinan PUI di setiap tingkatan bersifat koordinatif dan konsultatif.
  • Ketentuan-ketentuan mengenai kinerja organsasi diatur dalam Pedoman Kerja PEMUDA PUI.

MG_9409

Badan Kehormatan PUI

Tak jarang, dalam berorganisasi kita mengalami perbedaan dan terjadilah perselisihan. Itu sebabnya, PUI membentuk Badan Kehormatan sebagai badan khusus yang bertugas menyelesaikan masalah-masalah disiplin organisasi dan perselisihan internal baik yang bersangkutan dengan kewenangan antarsusunan dan aparat Perhimpunan maupun antarfungsionaris anggota Pimpinan yang dapat merugikan Perhimpunan.

Badan Kehormatan dibentuk pada tingkatan Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah. Pembentukan dan susunan keanggotaan Badan Kehormatan ditetapkan oleh Dewan Pertimbangan Pusat atas nama Majelis Syura; dan Ketentuan lebih lanjut termasuk tata cara kerja Badan Kehormatan diatur dalam Pedoman Kerja Badan Kehormatan.

Badan Pilihan Raya

Ini pula salah satu keunikan PUI: melakukan Pilihan Raya, semacam Pemilihan Umum, untuk menetapkan Majelis Syura. Untuk itu perlu dibentuk Badan Pilihan Raya, sebuah badan khusus yang berfungsi menyelenggarakan kegiatan Pilihan Raya untuk memilih anggota Majelis Syura sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PUI.

Pembentukan dan susunan keanggotaan Badan Pilihan Raya ditetapkan oleh Dewan Pertimbangan Pusat atas nama Majelis Syura. Adapun tugas dan wewenang Badan Pilihan Raya adalah:

  • Menyusun dan menetapkan calon-calon yang memenuhi syarat untuk menjadi pemilih.
  • Menetapkan calon-calon anggota Majelis Syura pesera Pilihan Raya.
  • Melaksanakan segala persiapan dan langkah-langkah yang diperlukan untuk terselengaranya Pilihan Raya sesuai dengan ketentuan yang digariskan dalam Pedoman Dasar dan Pedoman Kerja tentang Pilihan Raya.
  • Menetapkan anggota terpilih Majelis Syura hasil Pilihan Raya.
  • Ketentuan lebih lanjut termasuk tata cara kerja Badan Pilihan Raya diatur dalam Pedoman Kerja Badan Pilihan Raya.

zakat22

Lembaga-Lembaga

Di lingkungan PUI dikenal pula lembaga-lembaga. Saat ini, di PUI telah terbentuk sedikitnya empat lembaga, yaitu Lembaga Amil Zakat (LAZ) PUI, L-Pemandu (Lembaga Pengembangan Ekonomi Terpadu), LP2PUI (Lembaga Pengembangan Pendidikan PUI), dan Koperasi Serba Usaha Intisabi.

Lembaga-lembaga di PUI merupakan badan, satuan kerja atau unit organisasi untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu guna penunjang usaha PUI atau program Pimpinan PUI. Nantinya, akan dibentuk lagi lembaga-lembaga khusus Bimbingan Haji, Badan Usaha, Koperasi, Yayasan dan sebagainya.

Pembentukan, pembubaran dan susunan pengurus suatu lembaga ditetapkan oleh Badan Pekerja Majelis Syura. Kegiatan lembaga-lembaga itu berada dalam pengawasan dan koordinasi unsur Pimpinan yang terkait. Pendirian dan/atau pengelolaan Lembaga dapat mengikut-sertakan pihak-pihak eksternal; dan

Ketentuan lebih lanjut dan tata cara kerja suatu lembaga diatur dalam Pedoman Dasar PUI dan Pedoman Kerja masing-masing lembaga.