Palestina Merdeka = Dunia Kiamat?

Palestina Merdeka = Dunia Kiamat?

Oleh: Yusuf Islahuddin Kholid

“Ustadz, bila Palestina merdeka, apakah berarti dunia akan kiamat?” tanya seorang santri dalam sebuah acara di Pesantren kami. Ketika itu sedang dibuka sesi tanya jawab dalam acara Munashoroh (penggalangan bantuan) untuk Palestina. Setelah belasan tahun, ternyata pertanyaan atau pernyataan yang mirip dengan itu masih berseliweran di kalangan masyarakat muslim.

Hari ini, dunia gempar dengan eskalasi yang berlangsung sangat cepat. Konflik, serangan, balasan serangan, terbunuhnya tokoh dan penghancuran menghiasi media-media. Dari negeri jauh, kita memantau, sembari menyisakan kekhawatiran dalam hati. Satu sisi kita ingin negeri penjajah hancur. Tapi di sisi lain, kita tak ingin bila negeri atau bahkan kehidupan kita terdampak dari perang.

Harus diakui inilah penyakit kita hari ini. Rasa takut. Sebagaimana negara-negara Islam yang jumlahnya banyak, mereka mungkin ingin membantu Palestina. Tapi mereka takut posisi negara mereka terancam. Akhirnya kaidah “selamatkan diri kita sendiri dulu, baru kita bisa menyelamatkan orang lain” jadi dalih. Kalau kita ikut campur, kita akan berhadapan dengan makar negara penjajah dan sahabat adidayanya.

Telah benar sabda Rasul SAW lebih dari 1.400 tahun lalu. Ketika beliau menyampaikan kabar kepada Para Sahabatnya “hampir saja bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam), sebagaimana orang-orang yang makan memperebutkan makanan dalam nampan”.

Salah seorang sahabat bertanya, “Apakah karena saat itu jumlah kami sedikit?”. Beliau menjawab, “Justru saat itu kalian banyak, namun kalian bagaikan buih di lautan. Allah akan membuang rasa takut mereka kepada kalian, dan akan memasukkan wahn di dalam hati kalian”. “Apakah wahn itu wahai Rasul?” tanya salah satu sahabat. Beliau menjawab, “Cinta dunia dan benci kematian”. (HR. Imam Abu Dawud).

Realitas hari ini tergambar secara gamblang seperti di hadits tadi. Kita banyak. Kita diperebutkan. Kita buih. Kita cinta dunia dan takut mati. Penyakit akut yang harus diobati. Lalu dengan apa? Dengan mengobarkan semangat berkorban. Tapi kobaran semangat itu tidak akan muncul tiba-tiba. Dia muncul dari percikan pemahaman yang baik akan agama.

Kembali menjawab pertanyaan di awal. Ternyata tidak ada dalil yang menunjukan “jika Palestina merdeka, maka kiamat akan tiba”. Yang ada adalah hadits ” Tidak akan terjadi hari kiamat sebelum kaum Muslimin memerangi orang-orang Yahudi…”. Kiamat pasti terjadi. Al quds pasti akan terbebas, dengan izin Allah. Pertanyaannya justru, apakah kita akan ikut serta dalam pembebasannya? Atau hanya sekedar duduk-duduk saja sambil harap-harap cemas?

Exit mobile version