PD Pemuda PUI Kabupaten Indramayu Resmi Dilantik
(ki-ka) Ketua Umum Pemuda PUI Kabupaten Indramayu Agus Fidyani S.Hi, Plt Bupati Indramayu H. Taufik Hidayat S.H dan Sekretaris Pemuda PUI Kabupaten Indramayu Slamet Muhamad Ramdan, foto bersama usai pelantikan. (foto: HUMAS PUI)

PD Pemuda PUI Kabupaten Indramayu Resmi Dilantik

INDRAMAYU – Pengurus Daerah (PD) Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Kabupaten Indramayu, resmi dilantik, Jumat (18/9) siang tadi. Proses pelantikan yang dihadiri Plt Bupati Indramayu H. Taufik Hidayat S.H beserta tamu undangan lainnya itu, digelar di Aula Islamic Center Indramayu Lantai 2  dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang.

Dari pelantikan ini, menandakan legalitas kepengurusan PD Pemuda PUI di Indramayu. Dimana sebelumnya, pelantikan ini merupakan hasil musyawarah daerah III Pemuda PUI Kabupaten Indramayu yang dilaksanakan pada 28 Agustus 2020 di SMK Al-Irsyady Pekandangan

Dalam kesempatan itu, Agus Fidyani S.Hi selaku Ketua Umum Pemuda PUI Kabupaten Indramayu terpilih menceritakan, bahwa sejarah mencatat, Pemuda PUI lahir pada tahun 1911 yang dirikan K.H. Abdul HALIM (usia 20). Sehingga, PUI sudah lahir sebelum kemerdekaan.

“Jadi pada masa perjuangan kemerdekaan, (Pemuda PUI) sudah ikut andil dalam kemerdekaan Indonesia,” tuturnya.

Atas terpilihnya menjadi kettua, Agus berharap agar Pemuda PUI meneruskan perjuangan bangsa, Negara, agama dan ideologi sesuai dengan doktrin intisab menuju islahus tsamaniyah. Bahkan, diajak agar tidak alergi untuk bersinergi dengan pemerintah dalam hal positif. Sehingga pemuda PUI Indramayu harus ikut andil dalam pembangunan Indramayu.

“Pemuda PUI Kabupaten Indramayu mendesak pemerintah untuk mendukung penuh terhadap organisasi kepemudaan islam dalam melakukan kegiatan syiar islam di lingkup kepemudaan,” katanya.

Di tempat sama, Plt Bupati Indramayu H. Taufik Hidayat S.H menurutkan, bahwa pemuda memang harus didukung penuh dalam setiap kegiatannya. Apalagi kegiatan itu bernilai positif.

“Terlebih Pemuda PUI Kabupaten Indramayu ini agar bisa mempersatukan Ummat islam khususnya di indramayu, sehingga tidak melakukan hal-hal yang negatif dan merugikan masyarakat,” tuturnya. (**)