
Jakarta — Pengurus Pusat Pemuda Persatuan Ummat Islam (PP Pemuda PUI) mengapresiasi upaya pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital terkait pembatasan akses platform digital bagi anak dan remaja di bawah usia 16 tahun. Namun PP Pemuda PUI juga menilai kebijakan ini tidak boleh berhenti pada pendekatan pembatasan administratif semata.
Sekretaris Jenderal PP Pemuda PUI, H. Rusli Maulidin, M.Sos., menyatakan bahwa perlindungan anak di ruang digital adalah kewajiban negara. Namun, pembatasan akses tanpa penguatan literasi digital dan pendidikan karakter berisiko menjadi solusi jangka pendek yang tidak menyentuh akar persoalan.
“Masalah mendasarnya bukan hanya soal akses, tetapi soal kesiapan dan ketahanan generasi muda dalam menghadapi ekosistem digital. Jika literasi rendah, pembatasan hanya akan memindahkan persoalan, bukan menyelesaikan,” tegas Rusli.
PP Pemuda PUI memandang pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka mekanisme implementasi kebijakan tersebut, termasuk sistem verifikasi usia, jaminan perlindungan data pribadi, serta batasan yang jelas antara konten berbahaya dan konten edukatif.
Menurut Rusli, generasi muda hari ini tumbuh dalam realitas digital yang tidak bisa dipisahkan dari proses belajar, kreativitas, dan interaksi sosial. Karena itu, pendekatan protektif harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan.
“Perlindungan tidak boleh dimaknai sebagai pembatasan total. Negara perlu membangun ketahanan digital melalui literasi, etika bermedia, serta pendampingan keluarga dan sekolah. Tanpa itu, regulasi hanya akan bersifat simbolik,” ujarnya.
Sebagai organisasi kepemudaan, PP Pemuda PUI mendorong agar kebijakan ini menjadi momentum nasional untuk memperkuat pendidikan literasi digital secara sistematis dan melibatkan komunitas pelajar, organisasi kepemudaan, serta lembaga pendidikan.
PP Pemuda PUI menyatakan kesiapan untuk berkontribusi aktif dalam penguatan literasi digital dan pembinaan karakter generasi muda, agar anak-anak Indonesia tidak hanya terlindungi, tetapi juga mampu menjadi subjek yang cerdas dan bertanggung jawab di ruang digital.