
SIARAN PERS
DEWAN PENGURUS PUSAT
PERSATUAN UMMAT ISLAM (PUI)
Nomor: B-435/DPP-Sek/XV/3/2026
PERNYATAAN SIKAP DPP PUI
ATAS ESKALASI AGRESI MILITER AMERIKA SERIKAT–ISRAEL
TERHADAP REPUBLIK ISLAM IRAN
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ
Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ummat Islam (DPP PUI) menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya saudara muslim kita rakyat Iran beserta sejumlah pimpinan dan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Sayyid Ali Hosseini Khamenei, yang menjadi korban dalam eskalasi agresi militer Amerika Serikat dan Israel.
Peristiwa ini bukan sekadar konflik geopolitik, tetapi tragedi kemanusiaan yang mengguncang nurani dunia. Ketika sebuah bangsa diserang dan rakyat sipil menjadi korban, maka yang tercabik bukan hanya batas wilayah, melainkan juga martabat kemanusiaan itu sendiri.
Sikap kami berpijak pada amanat luhur Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa:
“Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”
Serta komitmen bangsa Indonesia untuk:
“…ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”
Setiap bentuk agresi yang melanggar kedaulatan bangsa lain dan mengorbankan rakyat sipil bertentangan dengan prinsip tersebut. DPP PUI mengutuk keras segala bentuk agresi dan tindakan militer Amerika Serikan dan Israel yang menyebabkan korban jiwa secara masif dan menciptakan ketidakstabilan kawasan. Indonesia, sebagai bangsa yang lahir dari perjuangan melawan penjajahan, memiliki tanggung jawab moral untuk tidak diam ketika kemerdekaan bangsa lain terancam. Dalam Islam, kezaliman tidak boleh dibiarkan. Allah SWT berfirman:
وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْاۗ اِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ
“Dan janganlah kebencian suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Mā’idah: 8)
Dan juga:
وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَالْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاۤءِ وَالْوِلْدَانِ
“Mengapa kamu tidak berjuang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak…” (QS. An-Nisā’: 75)
Rasulullah SAW bersabda:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR Bukhari dan Muslim)
Karena itu, DPP PUI memandang bahwa solidaritas terhadap rakyat Iran adalah bagian dari tanggung jawab iman dan kemanusiaan. Perbedaan mazhab antara Sunni dan Syiah tidak boleh dijadikan alasan untuk membiarkan satu bangsa Muslim menghadapi agresi sendirian. Ketika yang berbicara adalah keadilan dan kemerdekaan, maka yang harus dikedepankan adalah persaudaraan dan nurani, bukan sekat perbedaan.
DPP PUI menilai bahwa eskalasi ini mencerminkan praktik dominasi kekuatan global yang mengabaikan hukum internasional dan memperbesar risiko instabilitas kawasan. Pendekatan militer sepihak hanya akan melahirkan lingkaran kekerasan yang tidak berkesudahan.
Karena itu DPP PUI menyerukan kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk:
- Mengambil posisi yang lebih tegas terhadap segala bentuk agresi militer sepihak yang bertentangan dengan hukum internasional dan nilai kemanusiaan.
- Mengoptimalkan diplomasi aktif melalui OKI, PBB, dan forum multilateral lainnya guna mendorong penghentian eskalasi konflik.
- Mengevaluasi secara serius partisipasi Indonesia dalam forum-forum global, termasuk Board of Peace, apabila forum tersebut tidak menunjukkan keberpihakan nyata terhadap prinsip keadilan dan perdamaian.
- Meneguhkan peran Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia yang memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Sebagai ikhtiar ruhani, DPP PUI mengimbau umat Islam di seluruh Indonesia untuk melaksanakan Qunut Nazilah, memohon kepada Allah SWT agar melindungi rakyat sipil yang tidak berdosa, mengangkat derajat para korban sebagai syuhada, menghentikan pertumpahan darah, dan menghadirkan perdamaian yang adil dan bermartabat. Kami menegaskan bahwa kita tidak memihak perang, tetapi kita memihak keadilan. Kita tidak mengagungkan konflik, tetapi kita membela kemerdekaan dan martabat manusia.
Semoga Allah SWT menjaga umat Islam dari perpecahan, menguatkan hati mereka yang tertindas, dan menghadirkan perdamaian sejati bagi dunia.
اِنْ اُرِيْدُ اِلَّا الْاِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ
Jakarta, 2 Maret 2026
DEWAN PENGURUS PUSAT
PERSATUAN UMMAT ISLAM (PUI),
H. RAIZAL ARIFIN, M.Sos.
Ketua Umum
DR. KANA KURNIAWAN, M.A.Hk.
Sekretaris Jenderal