
Jakarta — Pengurus Pusat Pemuda Persatuan Ummat Islam (PP Pemuda PUI) bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PUI menggelar kegiatan I’tikaf Ramadhan yang diikuti oleh 130 pengurus dan anggota PUI sebagai bagian dari upaya memperkuat spiritualitas sekaligus konsolidasi gerakan kader di bulan suci Ramadhan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 22–23 Ramadhan 1447 H atau bertepatan dengan 12–13 Maret 2026 di Masjid Al-Ikhlas, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan. Agenda ini diisi dengan tausiyah, buka puasa bersama, rangkaian ibadah malam, kajian keislaman, muhasabah, sahur serta doa bersama yang bertujuan meneguhkan kembali peran kader muda dalam menjaga nilai-nilai dakwah dan pengabdian kepada umat.
Sekretaris Jenderal PP Pemuda PUI, H. Rusli Maulidin, M.Sos, menyampaikan bahwa kegiatan I’tikaf Ramadhan ini tidak hanya dimaknai sebagai ibadah personal, tetapi juga sebagai ruang pembinaan karakter dan penguatan ruh perjuangan bagi kader-kader PUI.
“Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperkuat ruh gerakan. Kader pemuda tidak hanya dituntut aktif secara organisatoris, tetapi juga harus memiliki fondasi spiritual yang kuat agar gerakan yang dibangun tetap berakar pada nilai-nilai keislaman,” ujar Rusli.
Menurutnya, kebersamaan antara PP Pemuda PUI dan DPP PUI dalam kegiatan I’tikaf ini juga menjadi simbol pentingnya sinergi antar unsur organisasi dalam memperkuat dakwah dan pembinaan kader.
“Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi antar kader serta pengurus, sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada umat dan bangsa,” tambahnya.
Dalam rangkaian I’tikaf tersebut, para peserta juga memanjatkan doa untuk keselamatan dan kedamaian umat Islam di seluruh dunia, khususnya bagi rakyat Palestina yang hingga kini masih menghadapi berbagai bentuk penindasan dan konflik kemanusiaan.
“Di malam-malam Ramadhan yang penuh keberkahan ini, kami juga memanjatkan doa untuk saudara-saudara kita di Palestina, Sudan, Iran dan di berbagai belahan dunia yang sedang menghadapi ujian. Semoga Allah memberikan kekuatan, perlindungan, serta menghadirkan keadilan dan kedamaian bagi mereka,” ungkap Rusli.
PP Pemuda PUI berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi tradisi pembinaan spiritual dalam organisasi, sehingga lahir generasi muda yang tidak hanya kuat dalam gagasan dan gerakan, tetapi juga memiliki kedalaman iman, integritas, serta kepedulian terhadap persoalan umat di tingkat global.