PUI Gelar Kemah Nasional, Hadirkan Tokoh Nasional hingga Apel Akbar Bersama Kapolri

Sukabumi — Pramuka PUI menggelar Kemah Nasional Pramuka PUI Tahun 2026 di Selabintana Camping Ground, Sukabumi, Jawa Barat, pada 2–4 September 2026. Kegiatan ini menjadi momentum pembinaan dan kaderisasi generasi muda melalui perpaduan kegiatan kepanduan, kebangsaan, keagamaan, kepemimpinan, kreativitas, dan pengabdian.

Salah satu agenda utama Kemah Nasional adalah Apel Akbar Pramuka PUI, Pelajar, Mahasiswa, Brigade Intisab, SCB, Pemuda PUI dan Guru PUI bersama Kapolri yang akan diikuti oleh 5.000 peserta. Apel akbar ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus mempertemukan berbagai unsur generasi muda dalam suasana kebersamaan.

Ketua Umum DPP PUI, H Raizal Arifin, M.Sos mengatakan, Kemah Nasional Pramuka PUI tidak sekadar menjadi kegiatan perkemahan, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar PUI dalam membangun generasi muda yang memiliki karakter dan kepemimpinan.

“Kemah Nasional Pramuka PUI bukan sekadar kegiatan berkemah, tetapi bagian dari ikhtiar kaderisasi untuk melahirkan generasi muda yang berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, kokoh spiritualitasnya, cinta Indonesia, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.”

Menurut Raizal, generasi muda membutuhkan ruang pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung. Melalui kegiatan kepanduan, peserta belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, persaudaraan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Kami ingin anak-anak muda PUI tumbuh menjadi generasi yang mampu memimpin dirinya, memimpin lingkungannya, dan pada waktunya mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.”

Apel Akbar Bersama Kapolri

Kehadiran Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dalam rangkaian Kemah Nasional menjadi salah satu momentum penting kegiatan. Apel Akbar melibatkan Pramuka PUI, pelajar, mahasiswa, Brigade Intisab, SCB, Pemuda PUI, dan Guru PUI.

Menurut PUI, keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam membangun generasi muda yang memiliki kesadaran kebangsaan dan kesiapan untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

Jumpa Tokoh

Kemah Nasional juga menghadirkan agenda Jumpa Tokoh bersama Ketua Majelis Syura PUI, KH. Nurhasan Zaidi, yang dipandu oleh Kak Ali Mahfudz, S.Ag.

Sementara itu, agenda Karang Pamitran menghadirkan Kak H. Nurhamid dari Kwarnas Gerakan Pramuka serta KH. Nurhasan Zaidi dan Dr. KH. Munandi Saleh.

Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh wawasan, pengalaman, dan inspirasi secara langsung.

Bangga Menjadi PUI

Semangat kaderisasi juga diperkuat melalui Talkshow “Bangga Menjadi PUI” yang menghadirkan Kak Irfan Ahmad Fauzi, M.Hum, Kak KH. Maman Abdurrahman, M.Si, dan Kak Dr. Kana Kurniawan, MA.Hk.

Talkshow ini menjadi ruang dialog bagi peserta untuk memahami nilai dan perjalanan PUI sekaligus menumbuhkan kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar PUI.

Kepanduan yang Memadukan Spiritualitas dan Pengabdian

Kemah Nasional juga memberikan perhatian pada pembinaan spiritual peserta. Agenda kegiatan mencakup qiyamul lail, Subuh, tausyiah, dan dzikir Misbahul Falah, serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

Sementara itu, semangat kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui agenda Bakti Lingkungan.

Peserta juga mendapatkan ruang untuk mengekspresikan kreativitas melalui penampilan kreasi peserta, pentas seni, dan penampilan Drumband PUI.

Raizal menegaskan bahwa keseluruhan rangkaian tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan generasi muda yang utuh.

“Pramuka bukan hanya tentang kegiatan di alam terbuka. Di dalamnya ada pendidikan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, persaudaraan, kecintaan kepada lingkungan, dan semangat pengabdian. Nilai-nilai inilah yang ingin terus kami hidupkan dalam pembinaan generasi muda PUI.”

Ia berharap peserta membawa pengalaman dan nilai-nilai yang diperoleh selama perkemahan ke lingkungan masing-masing.

“Kami berharap dari Kemah Nasional ini lahir generasi muda yang bangga menjadi bagian dari PUI, bangga menjadi Pramuka, mencintai Indonesia, serta siap mengambil peran dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.”

Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 akan berlangsung hingga 4 September 2026 dan ditutup dengan Upacara Penutupan oleh Ketua Umum DPP PUI, kemudian dilanjutkan dengan pembongkaran tenda dan kepulangan peserta.


Tentang Kemah Nasional Pramuka PUI 2026

Kontak Media

Exit mobile version