PUI Kecam Terungkapnya Pasokan Ratusan Ribu Senjata India ke Israel Selama Genosida Gaza

Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ummat Islam (DPP PUI) angkat bicara menyusul terungkapnya laporan terbaru Amnesty International bertajuk “Made in India: The Supply of Weapons and Ammunition to Israel”, yang mengungkap bahwa perusahaan-perusahaan India, baik milik negara maupun swasta, telah mengirimkan setidaknya 2.596 pengiriman senjata, amunisi, dan komponen militer ke Israel sepanjang 7 Oktober 2023 hingga 30 November 2025. Pengiriman tersebut mencakup komponen senapan mesin, peluru artileri kaliber 155 mm, hulu ledak drone “kamikaze” SkyStriker, hingga komponen kendaraan lapis baja bagi pemasok utama militer Israel. Hingga 29 Juli 2026, tercatat sedikitnya 247.387 warga Palestina gugur atau terluka akibat operasi militer Israel di Gaza.

Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kajian Kebangsaan DPP PUI, Sofyardi Rahmat, menyampaikan kecaman keras atas terungkapnya keterlibatan India dalam rantai pasok senjata ke Israel selama berlangsungnya genosida di Gaza.

“PUI mengecam setiap bentuk dukungan yang memperpanjang konflik dan memperbesar penderitaan rakyat sipil di Gaza. Terungkapnya keterlibatan India dalam rantai pasok senjata ke Israel selama berlangsungnya genosida ini adalah bukti bahwa kejahatan kemanusiaan di Gaza tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang oleh jaringan dukungan militer dari berbagai negara,” ujar Sofyardi Rahmat.

Ia menilai, temuan ini semakin memperkuat urgensi bagi negara-negara di dunia, termasuk negara-negara besar seperti India, untuk mengevaluasi kembali kebijakan ekspor senjatanya ke Israel, mengingat risiko keterlibatan dalam pelanggaran hukum humaniter internasional.

“Setiap negara yang terus memasok senjata ke Israel di tengah situasi ini turut memikul tanggung jawab moral dan hukum atas apa yang terjadi di Gaza,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kajian Kebangsaan DPP PUI, Adhe Nuansa Wibisono, Ph.D., menegaskan sikap PUI yang konsisten mendukung perjuangan kemanusiaan rakyat Palestina di tengah situasi yang terus memburuk.

“PUI kembali menyerukan penghentian kekerasan, perlindungan terhadap warga sipil, serta penegakan hukum internasional secara konsisten dan tanpa pandang bulu. Kami mendorong komunitas global untuk tidak berhenti pada kecaman semata, tetapi mengambil langkah nyata, baik melalui tekanan diplomatik, embargo senjata, maupun dukungan kemanusiaan, guna mewujudkan perdamaian dan keadilan yang sesungguhnya bagi rakyat Palestina,” ujar Wibisono.

DPP PUI menyatakan akan terus memantau perkembangan isu kemanusiaan di Gaza serta mendukung setiap upaya diplomasi dan advokasi internasional yang mengarah pada penghentian kekerasan dan penegakan keadilan bagi rakyat Palestina.

Exit mobile version