Puisi Kemerdekaan Indonesia-Palestina
Bendera Indonesia dan Palestina. (Foto: Merdeka)

Puisi Kemerdekaan Indonesia-Palestina

Hari ini, tanggal 17 Agustus 2020. Bangsa Indonesia merayakan hari kemerdekaannya ke 75.

Begitu syahdunya perayaannya. Ruang-ruang virtual begitu semarang dengan kebahagiaan.

Warna merah putih sebagai lambang negara begitu indah mempesona.

Pancasila dengan Burung Garudanya nampak gagah berani. Mencengkram ranting dengan jari-jari kaki yang kokoh.

Menandakan, korupsi, dan perampasan hak warga yang ada dalam PANCASILA harus dihentikan. Hingga negara ini berdaulat: hukumnya tegak, ekonomi makmur, rakyat berkehidupan cukup.

Rakyat tidak perlu mengiba mengadu nasib dan masa depannya.

Rakyat cukup memilih saat Pilpere, Pileg dan Pilkada orang-orang terbaik.

Rakyat tidak perlu berteriak soal ketidakadilan.

Rakyat tidak perlu menjerit saat sakit karena mahalnya berobat dan BPJS yang berbelit.

Negara yang tanahnya subur ini sejatinya syurga khusus rakyat Indonesia.

Kita lihat Palestina hari ini, negara yang memiliki masjid al-Aqsha: Kiblat pertama umat Islam.

Dalam Isra’ Mi’raj baginda Rasulullah SAW diperjalankan dari masjidil Haram ke masjid al-Aqsha, Palestina sebelum naik ke Sidratul Muntaha.

Palestina adalah negeri para nabi. Para pemuka peradaban yang diutus menerangi umat manusia. Ada Nabi Muhammad SAW, nabi Ibrahim as., nabi Yusuf as., nabi Ya’kub as., nabi Luth as., nabi Sulaiman as., nabi Ishak as., nabi Musa as., nabi Isa as., dan nabi Dawud as. Mereka pendekar kemerdekaan manusia dari ketertindasan, dari keterbelakangan.

Merdeka Indonesia… seharusnya Palestina juga merdeka.

Merdeka warganya dari zionis Israel.

Merdeka untuk shalat di masjid al-Aqsha.

Merdeka jiwa-jiwa bangsanya.

Merdeka pendidikan dan ilmu pengetahuannya.

Merdeka semua keturunannya.

Merdeka kekayaan alam dan tanah airnya.

Atas nama HAM, dana atas nama kemanusiaan.

Tidak ada lagi tetesan darah warganya.

Tidak ada lagi tangisan ketakutan bom-bom dan kokangan senjata.

Tidak ada lagi anak-anak yang kehilangan masa depannya. Kehilangan anggota tubuhnya karena berondongan senapan penjajah Israel.

Wahai dunia Arab, bersatulah. Bebaskan bumi Palestina.

Oleh : Kana Kurniawan (Pjs. Ketua Umum PP Pemuda PUI)