Tausiyah Kebangsaan DPP PUI: Meneguhkan Persatuan dan Islah di Tengah Dinamika Kebangsaan

TAUSIYAH KEBANGSAAN 

DEWAN PENGURUS PUSAT (DPP) PERSATUAN UMMAT ISLAM (PUI)

MENEGUHKAN PERSATUAN & ISHLAH DI TENGAH DINAMIKA KEBANGSAAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Mencermati perkembangan situasi politik, hukum, dan keamanan nasional, khususnya beredarnya informasi mengenai dugaan praktik penyadapan ilegal terhadap pejabat negara yang dikaitkan dengan unsur pimpinan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Ummat Islam (PUI) memandang perlu menyampaikan Tausiyah Kebangsaan kepada seluruh keluarga besar PUI dan masyarakat Indonesia.

PUI sebagai organisasi kemasyarakatan Islam yang memiliki komitmen terhadap perjuangan dakwah islah, pendidikan, dan pembangunan bangsa, senantiasa memandang bahwa persatuan dan Islah merupakan dua nilai penting dalam membangun kehidupan umat dan bangsa. Persatuan menjadi kekuatan untuk menjaga keutuhan kehidupan bersama, sementara Islah menjadi ikhtiar untuk menghadirkan perbaikan, keadilan, dan kemaslahatan.

Dalam menghadapi berbagai dinamika kebangsaan, DPP PUI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan nilai-nilai Islam & Ishlah (perbaikan), semangat persaudaraan, tanggung jawab moral, serta kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi dan kelompok.

Sehubungan dengan hal tersebut, DPP PUI menyampaikan lima pesan kebangsaan sebagai berikut:

1. Meneguhkan Persatuan dan Memperkuat Ukhuwah Kebangsaan

Mengajak seluruh keluarga besar PUI dan masyarakat Indonesia untuk senantiasa menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, dan menghindari sikap maupun tindakan yang dapat memperlebar perpecahan. Dinamika politik dan persoalan kenegaraan hendaknya tidak berkembang menjadi konflik yang merusak kepercayaan sosial dan mengganggu keutuhan bangsa. Persatuan Indonesia merupakan amanah kebangsaan yang harus dijaga bersama.

Allah SWT berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

“Berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali Imran: 103).

2. Mengedepankan Tabayyun dan Menjaga Tanggung Jawab Informasi

Mengimbau masyarakat untuk senantiasa mengedepankan tabayyun dalam menyikapi berbagai informasi, khususnya yang berkaitan dengan persoalan politik, hukum, dan keamanan nasional. Masyarakat hendaknya tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, apalagi turut menyebarkan narasi yang berpotensi menimbulkan fitnah, prasangka, dan kegaduhan.

Kebebasan berpendapat dan berekspresi hendaknya dijalankan dengan menjunjung tinggi kejujuran, etika, dan tanggung jawab. Ruang publik perlu dijaga agar menjadi sarana pertukaran gagasan yang sehat dan konstruktif.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

“Wahai orang-orang yang beriman, jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya.” (QS. Al-Hujurat: 6).

3. Menegakkan Supremasi Hukum dan Menjunjung Tinggi Keadilan

Mempercayakan penegakan hukum atas pelanggaran hukum, termasuk dugaan penyadapan ilegal dan penyalahgunaan kewenangan, secara profesional, adil, objektif dan transparan melalui mekanisme hukum yang berlaku. PUI menegaskan bahwa hukum harus berlaku bagi semua pihak tanpa diskriminasi. Asas praduga tak bersalah tetap harus dihormati, sementara setiap pelanggaran yang terbukti wajib mendapatkan konsekuensi hukum secara adil. Penegakan hukum yang berintegritas merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap negara.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ

“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebajikan.” (QS. An-Nahl: 90).

4. Mengutamakan Kepentingan Bangsa dan Menjaga Stabilitas Nasional

Mengajak seluruh pemimpin bangsa, elite politik, dan penyelenggara negara untuk mengedepankan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Setiap perbedaan dan persoalan antarlembaga negara hendaknya diselesaikan melalui dialog, komunikasi kelembagaan, musyawarah, dan mekanisme konstitusional.

PUI berharap seluruh elemen bangsa dapat bersama-sama menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional agar pemerintah dapat berkonsentrasi menjalankan agenda pembangunan, memperkuat perekonomian, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Situasi nasional yang kondusif hendaknya menjadi landasan untuk mempercepat kemajuan dan menjawab berbagai tantangan kehidupan masyarakat.

5. Menggerakkan Islah dan Memperkuat Kolaborasi Kebangsaan

Mengajak seluruh keluarga besar PUI dan elemen masyarakat untuk menjadikan semangat Islah sebagai landasan dalam membangun kehidupan umat dan bangsa. Islah bukan sekadar upaya mendamaikan perbedaan, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk menghadirkan perbaikan, menyelesaikan persoalan, membangun kepercayaan, dan mewujudkan kemaslahatan.

PUI mendorong terbangunnya kolaborasi yang konstruktif antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dunia pendidikan, dunia usaha, dan seluruh komponen bangsa dalam menjawab berbagai tantangan nasional. Perbedaan pandangan hendaknya tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama dalam kepentingan yang lebih besar, yakni kemajuan dan kesejahteraan Indonesia.

Seluruh kader dan keluarga besar PUI diharapkan mengambil peran aktif sebagai penggerak Islah (Islah Makers) yang mampu membangun jembatan persaudaraan, menghadirkan solusi, serta memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

Allah SWT berfirman:

إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ

“Aku hanya bermaksud (mendatangkan) perbaikan selama aku masih sanggup.” (QS. Hud: 88).

PUI juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperbanyak doa dan memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia senantiasa berada dalam perlindungan dan petunjuk-Nya.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أُمُورَنَا وَوُلَاةَ أُمُورِنَا، وَاهْدِهِمْ سُبُلَ الرَّشَادِ، وَاحْفَظْ بِلَادَنَا مِنَ الْفِتَنِ وَالْفَوْضَىٰ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.

“Ya Allah, perbaikilah urusan kami dan para pemimpin kami, bimbinglah mereka menuju jalan kebenaran, serta lindungilah negeri kami dari segala fitnah dan kekacauan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.”

Demikian Tausiyah Kebangsaan ini disampaikan sebagai wujud tanggung jawab keagamaan, moral, dan kebangsaan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ummat Islam (PUI). Semoga Allah SWT senantiasa membimbing para pemimpin bangsa, menjaga persatuan seluruh rakyat Indonesia, serta memberikan kekuatan kepada kita semua untuk terus menghadirkan Islah bagi kemajuan umat dan bangsa.

إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ ۚ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Jakarta, 5 November 2026

DEWAN PENGURUS PUSAT
PERSATUAN UMMAT ISLAM (PUI)

H. Raizal Arifin, M.Sos.
Ketua Umum

Dr. Kana Kurniawan, M.A.Hk.
Sekretaris Jenderal

Exit mobile version