Training Intisab I Pemuda PUI Indramayu, Ketum PP Pemuda PUI: Jadilah Pemuda yang Hebat, Bergerak, dan Berdampak

Indramayu – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Persatuan Ummat Islam (PUI), U. Palahuddin Assopari, menegaskan bahwa kader Pemuda PUI harus menjadi generasi yang kokoh akidahnya, mulia akhlaknya, unggul dalam ilmu, aktif bergerak melalui organisasi, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pesan itu disampaikan dalam Training Intisab I Pemuda PUI Kabupaten Indramayu, Ahad (11/10/2026), yang diikuti 80 peserta.
Kegiatan ini dihadiri Ketua DPW PUI Jawa Barat, Ust. H. Saefullah Ma’ruf; Ketua PW Pemuda PUI Jawa Barat, Muhamad Ma’sum; Ketua DPD PUI Kabupaten Indramayu, Ust. Musanto; serta Ketua PD Pemuda PUI Indramayu, Ikang Fauzi Ilhamuddin.
Palahuddin menyampaikan bahwa kaderisasi melalui Training Intisab I harus menjadi momentum memperkuat identitas perjuangan, menanamkan nilai-nilai Intisab, dan membangun kesadaran kader untuk mengambil peran strategis di tengah masyarakat.
Mengenal PUI dan Memperluas Kiprah Perjuangan
Ia menekankan bahwa kader perlu memahami sejarah, perjuangan, dan kontribusi PUI bagi agama, bangsa, dan negara. Menurutnya, PUI tidak cukup dikenal sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga harus hadir melalui gerakan dakwah, sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Pemuda PUI harus lebih aktif memperkenalkan kiprah PUI kepada masyarakat luas. Kita perlu menunjukkan bahwa PUI memiliki peran dan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan umat,” ujarnya.
Pemahaman terhadap organisasi, lanjutnya, harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pribadi kader, sehingga mereka mampu menjadi representasi nilai-nilai perjuangan PUI di tengah masyarakat.

Kokoh dalam Akidah, Mulia dalam Akhlak
Palahuddin mengingatkan bahwa kehebatan seorang kader dimulai dari akidah yang kokoh dan akhlak yang mulia. Nilai-nilai Intisab, kata dia, tidak boleh berhenti sebagai ikrar, tetapi harus tercermin dalam pola pikir, sikap, dan tindakan sehari-hari.
Kader dituntut menjaga kedisiplinan ibadah, khususnya salat lima waktu, serta menjunjung kejujuran, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati. Di tengah perkembangan teknologi, kader juga diminta memanfaatkan media sosial secara positif dan produktif tanpa melalaikan kewajiban kepada Allah SWT.
Unggul dalam Ilmu dan Bergerak Melalui Organisasi
Ia mendorong kader untuk terus meningkatkan pendidikan, keterampilan, dan kompetensi. Ilmu dan gelar akademik, menurutnya, bukan sekadar kebanggaan pribadi, melainkan sarana memberikan solusi bagi persoalan masyarakat.
Organisasi Pemuda PUI, lanjutnya, harus menjadi ruang menghimpun potensi, menyatukan keahlian, membangun solidaritas, dan mengubah gagasan menjadi gerakan yang bermanfaat. Ia pun mengajak kader mengubah orientasi dalam berorganisasi.
“Jangan hanya bertanya, apa yang kita dapatkan dari organisasi, tetapi tanyakan juga apa yang bisa kita berikan melalui organisasi,” pesannya.

Empat Fokus Gerakan Pemuda PUI di Indramayu
Secara khusus, Palahuddin mendorong Pemuda PUI Indramayu menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Ia menyoroti empat bidang yang dapat menjadi fokus gerakan.
Pertama, pertanian dan perikanan, melalui pemberdayaan petani dan nelayan serta pengembangan pemasaran produk. Kedua, pendidikan, dengan mendorong layanan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau. Ketiga, ekonomi dan kewirausahaan, melalui pengembangan usaha produktif yang berpotensi membuka lapangan kerja. Keempat, ketahanan keluarga, melalui edukasi pranikah, pengasuhan anak (parenting), dan pembinaan keluarga Islami sebagai respons terhadap persoalan keluarga, termasuk tingginya angka perceraian.
Menurutnya, program Pemuda PUI harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar wacana dan seremoni, sehingga manfaat organisasi dapat dirasakan langsung oleh warga Indramayu.
Menjadi Pemuda yang Bermanfaat bagi Umat
Menutup sambutannya, Palahuddin menegaskan bahwa keberhasilan kaderisasi tidak hanya diukur dari jumlah kader atau terlaksananya kegiatan, tetapi dari lahirnya generasi yang memiliki komitmen keislaman, kapasitas diri, semangat kebersamaan, dan kepedulian sosial.
“Jangan hanya menjadi pemuda yang hebat untuk dirinya sendiri. Jadilah pemuda yang hebat untuk agamanya, bermanfaat bagi organisasinya, dan berdampak bagi masyarakatnya,” tegasnya.
Training Intisab I diharapkan menjadi titik awal bagi 80 kader Pemuda PUI Indramayu untuk memperkuat karakter, meningkatkan kapasitas, dan mengembangkan gerakan yang berorientasi pada kemaslahatan umat. Melalui kaderisasi berkelanjutan, Pemuda PUI ditargetkan menjadi generasi yang hebat akidahnya, mulia akhlaknya, luas ilmunya, bergerak bersama, dan nyata dampaknya.



