Kabar Nasional

PUI Apresiasi Program Magang Nasional sebagai Jembatan Pendidikan dan Dunia Kerja

Jakarta — Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ummat Islam (DPP PUI) menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program Magang Nasional 2026 yang digagas pemerintah sebagai upaya memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja nasional.

Wakil Ketua Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah DPP PUI, Muhammad Rijal Wahid Muharram, menilai bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif.

“Selama ini kita sering berbicara mengenai pentingnya peningkatan kualitas pendidikan, namun tantangan sesungguhnya sering kali muncul pada fase transisi dari dunia pendidikan menuju dunia kerja. Program Magang Nasional menjadi salah satu instrumen penting untuk menjembatani kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan kompetensi akademik, tetapi juga pengalaman praktis, kemampuan beradaptasi, komunikasi, kolaborasi, serta pemahaman terhadap budaya kerja profesional yang umumnya diperoleh melalui pengalaman langsung di lingkungan industri dan dunia usaha.

DPP PUI memandang peningkatan target peserta Program Magang Nasional menjadi 150 ribu orang pada tahun 2026 menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap memasuki pasar kerja dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan nasional.

“Kami melihat adanya perubahan pendekatan yang cukup penting dalam kebijakan ketenagakerjaan nasional. Pemerintah tidak hanya berfokus pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga mulai memberikan perhatian besar pada bagaimana menyiapkan tenaga kerja muda agar siap memasuki lapangan kerja tersebut,” katanya.

DPP PUI juga mengapresiasi keterlibatan aktif Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam pengawalan program tersebut, termasuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas implementasi dan perluasan akses bagi kelompok penyandang disabilitas.

“Langkah membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia Indonesia harus bersifat inklusif dan memberikan ruang bagi seluruh warga negara untuk berkembang sesuai kompetensi dan potensinya,” lanjutnya.

Selain itu, DPP PUI menilai kepemimpinan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam mendorong ekosistem pengembangan talenta nasional melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan merupakan langkah yang sejalan dengan kebutuhan pembangunan Indonesia ke depan.

Dalam perspektif pendidikan, DPP PUI menilai Program Magang Nasional sejalan dengan praktik baik yang telah diterapkan di berbagai negara maju seperti Jerman, Swiss, dan Korea Selatan yang menempatkan pemagangan sebagai bagian penting dari sistem pembangunan sumber daya manusia dan transisi menuju dunia kerja.

Meski demikian, DPP PUI menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang terlibat, tetapi juga dari kualitas pengalaman belajar yang diperoleh peserta selama menjalani magang, keberadaan pendampingan dari mentor profesional, serta tingkat penyerapan peserta ke dalam pekerjaan formal setelah program berakhir.

“Keberhasilan kebijakan ini pada akhirnya akan ditentukan oleh kualitas implementasinya. Jika dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan, Program Magang Nasional berpotensi menjadi salah satu instrumen penting dalam memanfaatkan bonus demografi Indonesia dan memperkuat daya saing bangsa di masa depan,” tegasnya.

DPP PUI menyatakan kesiapannya untuk mendukung berbagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia nasional, termasuk melalui penguatan pendidikan karakter, literasi, keterampilan abad ke-21, serta pengembangan kemitraan antara lembaga pendidikan dan dunia usaha.

“Indonesia sedang memasuki era bonus demografi. Karena itu, investasi terbaik yang dapat dilakukan bangsa ini adalah investasi pada manusia. Program Magang Nasional merupakan salah satu langkah penting untuk memastikan generasi muda Indonesia tidak hanya siap lulus, tetapi juga siap berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button