“Allahu Ghayatuna”: Ketum DPP PUI Titip Pesan Kedisiplinan dan Keteguhan Iman di Penutupan Kemnas 2026

Sukabumi — Kemah Nasional (Kemnas) Sako Pramuka PUI Tahun 2026 resmi ditutup di Selabintana Camping Ground, Sukabumi, Jumat (4/9/2026). Upacara penutupan diawali lagu Indonesia Raya, Mars PUI, dan pengucapan Intisab PUI oleh seluruh peserta.
Ketua Umum DPP PUI, Raizal Arifin, yang menjadi pembina upacara mengingatkan bahwa seluruh peserta yang hadir adalah pilihan — banyak sekolah lain justru masih ingin mendaftar setelah pendaftaran resmi ditutup.
“Adik-adik adalah pilihan, karena banyak sekolah yang masih mau mendaftar setelah pendaftaran ditutup,” ujar Raizal, sembari menyampaikan bahwa Kemnas berpeluang besar dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang.
Raizal mengajak peserta merenungi pelajaran selama tiga hari di Selabintana, mulai dari kedisiplinan berdiri lama saat upacara, mendirikan tenda, hingga menjalin pertemanan baru.
“Ini momentum yang sangat mahal. Kita berkumpul di tempat yang sama, dan sepuluh tahun lagi kita masih bersama di PUI, dalam kebahagiaan,” katanya.

Ia berpesan agar kebiasaan shalat berjamaah dan qiyamul lail selama Kemnas terus dijaga, sejalan dengan nilai Intisab PUI, Allahu Ghayatuna — Allah adalah tujuan hidup. Ia juga menegaskan kader PUI tidak akan menjadi pelaku bullying, sekaligus tak perlu takut menghadapinya, karena bersandar penuh kepada Allah.
Raizal berpesan agar peserta memiliki mental berani dan selalu tampil terdepan.
“Anak yang bagus itu yang duduk di depan, dan kalau ditanya, dia yang pertama mengacungkan tangan. Anak Pramuka pasti bilang, ‘saya, saya’,” ujarnya.
Ia menutup amanat dengan mengajak peserta menghafalkan Intisab PUI sebagai bekal hidup.
“Ketika kita berpegang bahwa Allah adalah tujuan kita, tidak akan ada yang menghalangi cita-cita kita,” tegasnya.
Mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Raizal resmi menutup Kemnas Pramuka PUI 2026 dan menyematkan predikat Purna Kemnas kepada seluruh peserta, ditandai dengan penekanan tombol sirene.



