Di Balik Layar Kemah Nasional Pramuka PUI: Empat Golongan, Puluhan Jam Koordinasi Tanpa Henti

Sukabumi — Di balik persiapan Apel Akbar bersama Kapolri dan kehadiran deretan tokoh nasional, Kemah Nasional Pramuka PUI Tahun 2026 di Selabintana Camping Ground, Sukabumi, Jawa Barat, akan digerakkan oleh sistem kepanitiaan yang bekerja nyaris tanpa jeda selama tiga hari penyelenggaraan, 2–4 September 2026.
Berdasarkan rundown resmi kegiatan, Kemah Nasional ini dirancang untuk empat golongan peserta sekaligus — Penggalang, Penegak, Pembina, dan Pelaksana — yang masing-masing memiliki alur kegiatan dan jadwal tersendiri, namun tetap bermuara pada agenda bersama seperti Apel Akbar, Upacara Pembukaan, dan Upacara Penutupan. Merancang jadwal empat golongan agar tetap sinkron dalam satu lokasi perkemahan bukan perkara sederhana, dan itu tergambar jelas dari padatnya rundown yang disusun hingga hitungan per tiga puluh menit.
Skala penyelenggaraan ini bukan perkara kecil. Ketua Panitia Kemah Nasional, Acep Abdul Aziz, M.Pd., MT, menyampaikan bahwa untuk rangkaian penuh kegiatan selama 2–4 September, tercatat sekitar 1.500 Pramuka PUI dari berbagai daerah telah terdaftar sebagai peserta. Jumlah itu bahkan diperkirakan melonjak signifikan pada momen Apel Akbar bersama Kapolri, yang akan diikuti sekitar 5.000 peserta gabungan dari unsur Pramuka PUI, pelajar, mahasiswa, Brigade Intisab, SCB, Pemuda PUI, dan Guru PUI.
Menghadapi skala sebesar itu, Acep mengungkapkan seluruh jajaran panitia telah berupaya semaksimal mungkin di setiap lini persiapan, mulai dari kematangan teknis lapangan hingga koordinasi antar divisi, demi memastikan Kemah Nasional dapat berjalan sukses dan lancar dari awal hingga akhir.
Di lapangan, koordinasi ini akan ditopang oleh sejumlah divisi kerja: Divisi Kepesertaan, Divisi Upacara, Divisi Kegamaan, serta Divisi Acara dan Binkemin (Pembinaan Kemah dan Lingkungan). Masing-masing divisi memegang tanggung jawab berbeda namun harus berjalan beriringan — mulai dari mengurus registrasi dan pendirian tenda pada hari pertama, memandu rangkaian ibadah dan tausyiah setiap malam, hingga memastikan seluruh prosesi upacara berjalan tertib dari pembukaan sampai penutupan.
Rundown juga menunjukkan bahwa kerja panitia tidak akan berhenti ketika peserta beristirahat. Sejumlah slot kerja Divisi Acara dan Binkemin serta Divisi Kegamaan dijadwalkan berlangsung hingga dini hari, termasuk mendampingi peserta pada sesi Qiyamul Lail dan Subuh yang dimulai sekitar pukul 03.30, sebelum kembali menyiapkan rangkaian kegiatan pagi seperti olahraga dan giat rotasi.
Hari pertama akan dibuka dengan Registrasi dan Pendirian Tenda, dilanjutkan Koordinasi Perangkat serta Orientasi Perkemahan dan Sosialisasi Tata Tertib yang akan dipimpin oleh Ketua OC, Presiden Perkemahan, dan Kak Irhandi — tahap krusial untuk memastikan seluruh peserta memahami alur dan aturan sebelum rangkaian inti kegiatan dimulai.
Pada hari kedua, peserta akan mengikuti Giat Rotasi dan Giat Kunjungan yang berjalan bergantian antar golongan, sebuah mekanisme yang memungkinkan setiap kelompok peserta mendapatkan pengalaman yang setara meski dengan jadwal yang berbeda-beda. Pola rotasi semacam ini umum digunakan dalam kegiatan kepanduan berskala besar untuk menjaga kelancaran arus peserta di satu lokasi yang sama.
Ketua Umum DPP PUI, H Raizal Arifin, M.Sos, sebelumnya menyampaikan bahwa keseluruhan rangkaian Kemah Nasional merupakan bagian dari proses pembentukan generasi muda yang utuh — sebuah proses yang, dari sisi penyelenggaraan, akan turut ditopang oleh kerja senyap panitia di berbagai divisi.
“Pramuka bukan hanya tentang kegiatan di alam terbuka. Di dalamnya ada pendidikan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, persaudaraan, kecintaan kepada lingkungan, dan semangat pengabdian. Nilai-nilai inilah yang ingin terus kami hidupkan dalam pembinaan generasi muda PUI.”
Rangkaian Kemah Nasional akan ditutup pada 4 September 2026 melalui Upacara Penutupan yang akan dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP PUI, sebelum dilanjutkan dengan pembongkaran tenda dan kepulangan peserta — menandai berakhirnya tiga hari penyelenggaraan yang, di baliknya, akan digerakkan oleh kerja kolektif panitia lintas divisi yang bekerja nyaris sepanjang waktu.



