Kabar Nasional

Ketua Umum DPP PUI: Pendidikan Karakter Harus Menjadi Identitas Madrasah

Indramayu – Suara riuh anak-anak menyambut kedatangan rombongan Pimpinan Pusat Persatuan Ummat Islam (PUI) di kompleks pendidikan PUI Desa Tenajar Lor, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Senin (13/7). Kunjungan yang dipimpin Ketua Umum DPP PUI H. Raizal Arifin didampingi Ketua DPW PUI Jawa Barat dan Wakil Ketua DPD PUI Kabupaten Indramayu menjadi momentum memperkuat komitmen pengembangan pendidikan berbasis karakter dan nilai-nilai keislaman.

Kompleks pendidikan PUI Tenajar Lor merupakan salah satu lembaga pendidikan yang telah mengabdi kepada masyarakat sejak 1959. Di balik keberlangsungannya, terdapat sosok H. Rahmat Jaya, sesepuh PUI yang sejak 1997 mengabdikan dirinya secara penuh untuk membina dan mengembangkan madrasah.

Di usia 65 tahun, H. Rahmat Jaya masih tampak energik mendampingi rombongan berkeliling dari satu jenjang pendidikan ke jenjang lainnya. Dengan penuh semangat, ia menjelaskan sejarah, perkembangan, hingga berbagai program pendidikan yang dijalankan di lingkungan PUI Tenajar Lor.

Kunjungan diawali di MTs dan MA PUI Tenajar Lor. Dalam pembinaannya kepada guru dan peserta didik, Ketua Umum DPP PUI menegaskan bahwa kekuatan madrasah tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga keberhasilan membentuk karakter peserta didik.

“Intisab PUI bukan sekadar dihafal, tetapi harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Di situlah jati diri warga PUI dibentuk, sehingga lahir generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki semangat pengabdian kepada umat dan bangsa,” ujar Raizal.

Usai memberikan arahan, rombongan meninjau MI PUI 1, MI PUI 2, hingga Raudhatul Athfal (RA). Di setiap ruang kelas, para siswa menyambut dengan antusias. Suasana sekolah yang bersih, tertib, dan disiplin menjadi kesan yang menonjol selama kunjungan.

Sejumlah siswa juga menyampaikan pengalaman belajar di MTs PUI Tenajar Lor. Mereka mengaku bangga bersekolah di lingkungan yang membiasakan membaca Al-Qur’an, menghafal Juz Amma, serta menanamkan akhlakul karimah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Bagi PUI, pendidikan merupakan investasi peradaban. Karena itu, keberadaan lembaga-lembaga pendidikan yang telah bertahan puluhan tahun, seperti di Tenajar Lor, dinilai menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis nilai keislaman dan pengabdian masyarakat tetap relevan menjawab tantangan zaman.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya PUI memperkuat kualitas pendidikan di berbagai daerah melalui pembinaan langsung kepada guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. PUI berharap madrasah tidak hanya melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kepedulian sosial sebagai bekal membangun Indonesia di masa depan.

Related Articles

Back to top button