Kabar Nasional

Ketum Pemuda PUI Bekali Peserta Kemnas dengan Sejarah Perjuangan dan Nilai Intisab

Sukabumi — Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Persatuan Ummat Islam (PP Pemuda PUI), Ujang Palahuddin Assopari, yang akrab disapa Falah, memberikan pembekalan kepada peserta Kemah Nasional (Kemnas) Pramuka PUI dalam kegiatan rotasi Dewan Penggalang di kawasan perkemahan Selabintana, Sukabumi, Jawa Barat.

Kemnas Pramuka PUI yang diikuti sekitar 1.289 peserta ini berlangsung selama tiga hari, 2–4 September 2026, di bawah langit Selabintana. Selain menjadi ajang pembinaan kepramukaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengenalkan sejarah perjuangan dan nilai-nilai ke-PUI-an kepada generasi muda. Skala kegiatan ini bahkan meluas pada puncak Apel Kebangsaan, yang dihadiri sekitar 5.000 peserta gabungan dari unsur Pramuka PUI, pelajar, mahasiswa, Brigade Intisab, SCB, Pemuda PUI, dan Guru PUI.

Dalam sesi pembekalan, Falah menyampaikan materi mengenai sejarah Persatuan Ummat Islam (PUI) dan Intisab PUI, mengajak peserta mengenal lebih dekat sejarah organisasi sekaligus memahami nilai-nilai perjuangan yang menjadi landasan gerakan PUI. Menurutnya, generasi muda PUI tidak cukup hanya mengetahui nama dan sejarah para pendiri organisasi, tetapi juga harus mampu meneruskan semangat perjuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Falah secara khusus mengajak peserta meneladani perjuangan para pendiri PUI, yaitu KH. Ahmad Sanusi, KH. Abdul Halim, dan Mr. R. Syamsuddin. Ia menekankan bahwa KH. Ahmad Sanusi dan KH. Abdul Halim merupakan dua tokoh pendiri PUI yang telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia.

“Adik-adik adalah generasi penerus perjuangan. Karena itu, kenalilah sejarah PUI dan para pendirinya. Jadikan perjuangan KH. Ahmad Sanusi, KH. Abdul Halim, dan Mr. R. Syamsuddin sebagai inspirasi untuk terus berbuat dan memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” ujar Falah.

Empat Nilai Intisab PUI

Falah menegaskan bahwa gerakan PUI memiliki nilai-nilai fundamental yang harus dipahami dan diamalkan setiap kader sejak usia dini, sebagaimana tercermin dalam Intisab PUI. Ia memberikan penekanan kepada peserta agar memahami dan mengamalkan empat nilai utama tersebut:

  1. Allah Ghayatuna (Allah Tujuan Pengabdian Kami) — setiap aktivitas dan perjuangan harus diarahkan untuk mencari ridha Allah SWT, menjadikan-Nya tujuan utama dalam pengabdian dan kehidupan.
  2. Ikhlas Mabdauna (Ikhlas Dasar Pengabdian Kami) — setiap amal dan pengabdian harus dilandasi keikhlasan, berbuat baik bukan karena ingin dipuji, melainkan karena Allah SWT.
  3. Ishlah Sabiluna (Perbaikan adalah Jalan Perjuangan Kami) — kader PUI harus menjadi bagian dari solusi, mengarahkan perjuangan pada upaya perbaikan diri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan umat.
  4. Mahabbah Syi’aruna (Cinta Menjadi Lambang Perjuangan Kami) — cinta harus menjadi energi perjuangan, mewujudkan kecintaan kepada Allah, Rasulullah SAW, sesama manusia, umat, bangsa, dan lingkungan lewat tindakan nyata.

Falah berharap nilai-nilai tersebut tidak berhenti sebagai materi yang didengar selama kemah, tetapi menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan peserta.

“Jangan sampai Intisab hanya dihafal. Intisab harus menjadi karakter dan perilaku. Ketika kalian mengatakan Allah Ghayatuna, maka Allah harus menjadi tujuan hidup. Ketika mengatakan Ikhlas Mabdauna, maka keikhlasan harus hadir dalam pengabdian. Ketika mengatakan Ishlah Sabiluna, jadilah anak-anak muda yang membawa perbaikan. Dan ketika mengatakan Mahabbah Syi’aruna, hadirkan cinta dalam setiap perjuangan,” pesannya.

Kegiatan rotasi Dewan Penggalang ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian Kemnas Pramuka PUI 2026. Dengan jumlah peserta mencapai 1.289 orang, kegiatan ini diharapkan tidak hanya membentuk peserta menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab melalui pendidikan kepramukaan, tetapi juga memiliki identitas dan nilai-nilai ke-PUI-an yang kuat.

Di penghujung pembekalan, Falah berpesan agar peserta menjadi generasi yang mampu melanjutkan estafet perjuangan para pendiri PUI.

“Jadilah generasi yang meneruskan perjuangan para pendiri PUI. Kenali sejarahnya, pahami nilai-nilainya, amalkan Intisabnya, dan buktikan bahwa generasi muda PUI mampu memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button