Ormas dan Lembaga Perempuan Indonesia Bentuk Koalisi Membela Kemerdekaan Palestina

Ormas dan Lembaga Perempuan Indonesia Bentuk Koalisi Membela Kemerdekaan Palestina

  • Post author:
  • Post category:Opini

Jakarta (17/8) – Peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 ini dijadikan momentum oleh 11 organisasi perempuan di Indonesia untuk menggagas berdirinya Koalisi Perempuan Indonesia untuk al-Quds dan Palestina (KPIQP). Karena kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 tak lepas dari dukungan negeri-negeri Muslim, antara lain rakyat Mesir dan Palestina.

Ormas  dan Lembaga yang tergabung dalam KPIQP sekaligus menjadi pendiri koalisi ini adalah Wanita Al Irsyad, Muslimat Matlaul Anwar, Almuslimat Al-Wasliyah, Muslimat Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Salimah, Wanita PUI, Wanita PERTI, Wanita Islam, IGRA Nasional, Aliansi Perempuan Peduli Indonesia (Alpind) dan Adara Relief International

Koalisi ini bertujuan untuk mendukung upaya kemerdekaan Palestina. Secara khusus KPIQP berdiri untuk menyuarakan pandangan perempuan Indonesia secara lebih terbuka dan efektif di tataran global dalam mengemban misi perdamaian dunia serta kemerdekaan al-Quds dan Palestina. Hal itu sejalan dengan semangat konstitusi UUD NRI 1945.

Komitmen perempuan terhadap perjuangan Palestina juga berdasarkan pesan dari Presiden pertama RI Soekarno yang menyatakan bahwa, “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel.”

KPIQP merupakan afiliasi dari Koalisi Global untuk a-lQuds dan Palestina yang berpusat di Turki.  Tokoh perempuan Indonesia, Nurjanah Hulwani, S.Ag., M.E., yang membaktikan dirinya untuk anak dan perempuan Palestina selama kurang lebih 10 tahun belakangan ini, didapuk oleh Koalisi Global sebagai ketua KPIQP.

“Saya bersyukur inisiatif ini mendapat respon yang baik dari ormas dan lembaga perempuan yang mau bersama-sama bergandengan tangan untuk membantu anak-anak dan perempuan Palestina yang sudah lebih dari 70 tahun hidup dengan penderitaan. Semoga kehadiran koalisi ini bisa mewakili suara perempuan Indonesia untuk membantu menghentikan penderitaan anak-anak dan perempuan Palestina,” ungkap Nurjannah.

Dalam deklarasi KPIQP yang berlangsung secara online ini, hadir pula secara khusus Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan untuk al-Quds dan Palestina/Global Woman Coalition for al-Quds and Palestine (GWCQP) dr. Fauziah Moch. Hasan yang membacakan surat keputusan pengangkatan Ketua KPIQP.

Koalisi global juga mengutus Wakil Sekjend Rabab Awad untuk memberikan sambutan dalam deklarasi yang berlangsung khidmat.

Secara khusus beliau menyampaikan pesan bahwa, “Koalisi perempuan yang terdiri dari ormas dan lembaga perempuan ini memiliki andil yang sangat besar. Dengannya kita akan mampu memobilisasi dan menggerakkan perempuan Indonesia untuk mendukung perjuangan Palestina. Melalui berbagai proyek, program, dan seminar untuk mendukung perempuan-perempuan penjaga Masjidil Aqsa, di Kota alQuds, Gaza dan pengungsian.

Saudari-saudari Anda di Palestina menantikan Anda. Kita semua yakin, perempuan Indonesia dengan kapasitasnya bisa yang istimewa mampu melakukan perubahan dan memberikan kontribusi nyata. Kita semua dengan izin Allah berada di jalan kemenangan dan kemerdekaan.”