PP Pemuda PUI Dukung Sikap MUI, Tegaskan Penolakan terhadap Normalisasi LGBT dan Ajak Penguatan Pembinaan Generasi
PENGURUS PUSAT PEMUDA PERSATUAN UMAT ISLAM (PP PEMUDA PUI)

Jakarta – Pengurus Pusat Pemuda Persatuan Umat Islam (PP Pemuda PUI) menyatakan dukungan penuh terhadap pandangan dan pernyataan sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai larangan perilaku homoseksual dan praktik seksual yang bertentangan dengan syariat Islam. Sikap tersebut berpijak pada Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Ijma’ Ulama sebagai pedoman umat Islam dalam menjaga nilai-nilai agama, keluarga, dan moralitas masyarakat.
Ketua Bidang Kaderisasi dan Pembinaan Anggota PP Pemuda PUI, H. Asep Jazuli, M.Pd., menegaskan bahwa PP Pemuda PUI memandang isu LGBT tidak cukup disikapi sebagai perdebatan sosial semata, melainkan harus dilihat dalam perspektif pembinaan generasi, ketahanan keluarga, dan tanggung jawab moral bangsa.
“Sebagai organisasi kepemudaan Islam, kami mendukung dan menguatkan pandangan MUI yang berlandaskan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Ijma’ Ulama mengenai larangan perilaku homoseksual dan praktik seksual yang bertentangan dengan syariat Islam. Sikap ini merupakan ikhtiar menjaga nilai-nilai agama sekaligus memperkuat ketahanan moral generasi bangsa,” ujar Asep pada Sabtu (27/6/26).
Menurutnya, Islam mengajarkan penghormatan terhadap martabat setiap manusia. Karena itu, penyikapan terhadap individu yang memiliki kecenderungan atau menghadapi persoalan terkait LGBT harus dilakukan melalui pendekatan dakwah, pendidikan, pembinaan, pendampingan, dan kasih sayang, bukan melalui kebencian maupun tindakan yang merendahkan martabat manusia.
“Islam mengajarkan amar ma’ruf dengan hikmah. Menolak suatu perbuatan yang bertentangan dengan syariat tidak boleh dimaknai sebagai pembenaran terhadap stigma, perundungan, diskriminasi, atau tindakan main hakim sendiri kepada siapa pun. Setiap warga negara tetap memiliki hak untuk diperlakukan secara manusiawi dan memperoleh perlindungan hukum,” tegasnya.
PP Pemuda PUI juga mengajak generasi muda untuk memperkuat ketahanan keluarga, memperkokoh pendidikan akhlak, serta menghidupkan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan yang bermartabat. Menurut PP Pemuda PUI, keluarga merupakan benteng pertama dalam membentuk karakter, moral, dan kepribadian anak di tengah derasnya perubahan sosial dan perkembangan teknologi.
Lebih lanjut, PP Pemuda PUI mendorong pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen bangsa untuk memperkuat sinergi dalam membangun pendidikan karakter dan moralitas publik. Pendekatan yang dibutuhkan bukan semata pendekatan hukum, melainkan juga pembinaan yang edukatif, preventif, dan humanis agar masyarakat memperoleh pendampingan yang tepat.
“Kami percaya bahwa menjaga moralitas bangsa merupakan tanggung jawab bersama. Negara, keluarga, sekolah, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh agama harus berjalan beriringan dalam menghadirkan solusi yang konstruktif. Tantangan moral tidak dapat diselesaikan hanya dengan kecaman, tetapi juga dengan pembinaan yang berkelanjutan,” tambah Asep.
Sebagai organisasi kepemudaan Islam, PP Pemuda PUI berkomitmen untuk terus memperkuat kaderisasi, pendidikan karakter, dakwah, dan pembinaan generasi muda agar tumbuh sebagai pribadi yang berakhlak mulia, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri keislaman dan keindonesiaannya.
Demikian pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan keagamaan PP Pemuda PUI dalam menjaga nilai-nilai Islam, memperkuat ketahanan keluarga, serta mengawal masa depan generasi bangsa.



