Sejumlah Ulama, Kiai, dan Akademisi Dijadwalkan Hadiri Mudzakarah Ajengan PUI 2026

JAKARTA – Sejumlah ulama, kiai pimpinan pesantren, dan akademisi dijadwalkan menghadiri Mudzakarah Ajengan PUI Tahun 2026 yang diselenggarakan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ummat Islam (DPP PUI) pada 17–18 Oktober 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta. Forum ini menjadi ruang musyawarah keilmuan untuk membahas berbagai persoalan umat melalui telaah dan perumusan pandangan hukum Islam kontemporer.
Berdasarkan konfirmasi kehadiran yang dihimpun panitia, peserta yang menyatakan akan hadir berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pimpinan organisasi, pengasuh pesantren, guru besar, hingga akademisi dan praktisi keilmuan Islam dari sejumlah daerah di Indonesia.
Sejumlah tokoh yang telah mengonfirmasi kehadiran di antaranya KH. Nurhasan Zaidi, Ketua Majelis Syura PUI; KH. Nazar Haris, MBA, Ketua BPH PT PUI; Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin dari UIKA Bogor; Prof. Dr. H. Irfan Syauqi Beik; Prof. Dr. KH. Endang Soetari; serta Prof. Dr. Achmad Kholiq, Ketua STEI Al Ishlah Cirebon.
Hadir pula KH. Nur Ihsan Zaidi, M.M, pengasuh Ponpes Al Islamiyah Jakarta; KH. M. Iqbal, Lc; KH. Eka Hardiana; Dr. KH. Wido Supraha, M.Si; KH. Sulhan Abu Fitrah, M.A; serta Dr. KH. A. Suganda, M.Ag, Rektor INKHAS Kota Sukabumi.
Dari kalangan pimpinan dan pengasuh pesantren, sejumlah nama yang telah mengonfirmasi kehadiran antara lain Kyai Fahmi Hisnuddin, M.Pd, dari Ponpes Syamsul ‘Ulum Kota Sukabumi; KH. Asep Zaki Mulyatno, SKM, MKM, dari Ponpes Santi Asromo Majalengka; KH. Dr. Endi Suhendi Ma’arif, M.Ag, dari Ponpes Al Madani Majalengka; KH. U. Syuja’i, M.Ag, dari Ponpes Yasti Kabupaten Sukabumi; serta Drs. KH. Nurdin Abdul Qohhar dari Ponpes Ad-Dakwah Kabupaten Sukabumi.
Peserta dari wilayah Jawa Barat lainnya yang telah mengonfirmasi kehadiran meliputi Dr. KH. Uwoh Abdullah, MA, dari Ponpes Baitussalam Kabupaten Sukabumi; Prof. Dr. KH. Ending Solehudin; Drs. KH. Umar Burhanudin, M.Pd, dari Ponpes Attaqwa Cianjur; KH. Dadun Abdul Halim, S.Pd.I, dari Ponpes Mambaul Ulum Cianjur; KH. Dede Solehudin dari Ponpes Darul Falah Kabupaten Tasikmalaya; serta KH. Iwan M. Zen dari Ponpes Cintawana Kabupaten Tasikmalaya.
Sejumlah tokoh lainnya yang telah mengonfirmasi kehadiran adalah KH. Ahmadie Thaha, dari Ponpes Tadabbur Al-Qur’an; KH. Iwan Kurniawan, S.H.I., M.M.Pd, dari Ponpes Al-Barokah Garut; KH. Asep Nurdin, M.A, dari Ponpes Al Qudsyiah Garut; Dr. KH. Irfanul Hakim, MA; Dr. KH. Jalaludin Al Mahali, M.M; KH. Yusuf Maulana, S.Pd.I., M.Ag; serta Ust. Ukun Abdul Syukur, M.Pd.I, dari Indramayu.
Dari luar Jawa Barat, peserta yang telah mengonfirmasi kehadiran antara lain KH. Muhammad Amin dari Ponpes Darul Falah Ngawi, Jawa Timur; Habib Dr. Abdullah Syahab dari Ponpes Izzatullah Palembang, Sumatera Selatan; Dr. KH. Sakhira Zandi, Prof. Dr. H. Zainul Fuad, M.M, dan Dr. H. Sori Monang, M.Th, dari Sumatera Utara; serta Ust. Heri Hariadi, Lc, dari Bali. Dr. KH. Abdul Hayyie Al-Kattani dari LD PUI Pusat juga telah mengonfirmasi kehadirannya.
Membahas Tiga Persoalan Aktual Umat
Mudzakarah Ajengan PUI 2026 mengangkat tema “Menjawab Persoalan Umat: Telaah dan Perumusan Pandangan Hukum Islam Kontemporer”. Terdapat tiga tema utama yang akan dibahas, yakni dinamika pelaksanaan haji yang mencakup wukuf, murur, tanazul, dan dam; pinjaman online dalam perspektif fikih muamalah; serta pergantian nazhir wakaf tanah, termasuk amanah wakif, kewenangan nazhir, dan kepastian hukum.
Pembahasan dirancang melalui metode bahts al-masa’il dan perbandingan fikih (fiqh muqaran). Pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan hukum dan panduan praktis yang dapat menjadi rujukan bagi ulama, pengasuh pesantren, pembimbing haji, pengelola wakaf, serta masyarakat luas.
Melalui pertemuan ini, DPP PUI berupaya memperkuat tradisi tafaqquh fi al-din, musyawarah ulama, dan ikhtiar ishlah dalam menjawab perkembangan persoalan kehidupan umat. Kehadiran para ulama dan akademisi dari berbagai daerah diharapkan memperkaya perspektif serta memperkuat kualitas pembahasan dalam forum tersebut.



