Kabar Nasional

STAI PUI Majalengka Bidik Status Institut, Ketum DPP PUI: Layak Berkembang, Sudah Waktunya

Majalengka – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) PUI Majalengka tengah menyiapkan langkah untuk meningkatkan status kelembagaannya menjadi institut. Perubahan status ini dipandang sebagai tahap awal untuk menambah program studi, memperkuat mutu pendidikan, dan membuka peluang menjadi universitas di kemudian hari.

Gagasan tersebut muncul setelah Ketua Umum DPP PUI, H. Raizal Arifin, M.Sos., berkomunikasi dengan Sekretaris Koordinasi Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah II Jawa Barat, Wawan Hernawan. Dari tujuh perguruan tinggi yang berada di bawah naungan PUI, STAI PUI Majalengka menjadi salah satu yang diarahkan untuk naik status.

Raizal menyampaikan hal itu kepada awak media usai menghadiri Wisuda Sarjana ke-33 Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Hotel Fieris, Kabupaten Majalengka, Sabtu (10/10/2026).

“Harapannya, STAI Majalengka ini bisa secepatnya menjadi institut, sudah waktunya ya, kemudian setelah institut nanti berkembang menjadi universitas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa alih status tidak sekadar pergantian nama atau kenaikan jenjang. STAI PUI Majalengka harus lebih dulu memenuhi berbagai persyaratan, antara lain pengembangan program studi dan standar akreditasi. Karena itu, terwujudnya rencana ini masih bergantung pada terpenuhinya ketentuan serta hasil penilaian dari pihak yang berwenang.

Raizal menjelaskan bahwa beberapa kampus PUI lainnya sudah lebih dulu menempuh jalur serupa. Kampus PUI di Bobos dan Ciamis kini sedang bergerak menuju status institut, sementara kampus PUI di Sukabumi telah menyandang status institut dan diarahkan untuk menjadi universitas. Capaian tersebut menjadi pemantik bagi STAI PUI Majalengka agar memperkuat daya saing di tengah ketatnya persaingan pendidikan tinggi.

Di sisi lain, menurut Raizal, Majalengka memiliki keunggulan strategis untuk menopang perkembangan kampus, terutama dengan hadirnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati serta peluang peningkatan konektivitas transportasi ke depan.

“Menurut saya, Majalengka ini layak. Kita sudah punya bandara. Mudah-mudahan agenda pemerintah ke depan, perpanjangan kereta cepat sampai Surabaya, bisa melewati Majalengka,” katanya.

Meski begitu, Raizal belum bisa memastikan kapan alih status itu terealisasi. Ia mengaku belum mengetahui jadwal maupun tahapan teknis yang harus dilalui secara rinci. Usulan tersebut, katanya, sudah sampai ke Kopertais untuk dikaji sesuai aturan yang berlaku.

Apabila status institut berhasil diraih, tantangan selanjutnya adalah memastikan peningkatan kelembagaan diiringi penguatan mutu akademik, penambahan pilihan program studi, dan peningkatan kualitas lulusan. Dengan begitu, perubahan status tidak berhenti pada aspek administratif, melainkan benar-benar memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang bermutu.

Adapun target menjadi universitas masih menjadi visi jangka panjang. Sebelum menuju ke sana, STAI PUI Majalengka perlu lebih dulu menuntaskan proses peningkatan status dan memenuhi seluruh persyaratan, agar pengembangan kampus berjalan terukur dan berkelanjutan.

Related Articles

Back to top button