Pimpinan Pusat PUI Kenang Keteladanan KH. Moch. Ma’soem dalam Haul ke-29, Tegaskan Pentingnya Melanjutkan Spirit Dakwah dan Keilmuan

BOGOR — Dewan Pengurus Daerah Persatuan Ummat Islam (DPD PUI) Kota Bogor bersama Pondok Pesantren PUI Sirna Bakti menggelar Haul ke-29 Almaghfurlah KH. Moch. Ma’soem pada Selasa, 14 Juli 2026, di Gedung PUI Kota Bogor, Jalan Pahlawan No. 57B, Bondongan, Bogor Selatan. Momentum tersebut menjadi ajang untuk mengenang sekaligus melanjutkan warisan perjuangan, dakwah, dan pendidikan yang telah ditinggalkan oleh ulama besar PUI tersebut.
Ketua DPD PUI Kota Bogor, KH. Nur Ihsan Zaidi MM, menegaskan bahwa Almaghfurlah KH. Moch. Ma’soem merupakan sosok ulama yang mewariskan spirit dakwah, keilmuan, dan akhlak bagi generasi penerus Persatuan Ummat Islam.
“Almaghfurlah Mama KH. Moch. Ma’soem telah meninggalkan warisan besar berupa semangat dakwah, keluasan ilmu, dan keteladanan akhlak. Nilai-nilai itulah yang harus terus dirawat dan diteruskan oleh seluruh kader PUI di berbagai daerah,” ujar KH. Nur Ihsan Zaidi.

Menurutnya, haul bukan hanya menjadi sarana mengenang jasa para pendahulu, melainkan juga momentum untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan yang telah dibangun sejak lama. Ia menilai, sosok KH. Moch. Ma’soem telah menunjukkan bagaimana seorang ulama mampu mengabdikan hidupnya untuk umat dengan penuh keikhlasan.
KH. Nur Ihsan juga mengenang kedekatan almarhum dengan berbagai aktivitas PUI, khususnya di wilayah Pancoran, Jakarta.
“Beliau mewariskan keistikamahan, keikhlasan, dan semangat juang yang luar biasa. Saya masih mengingat bagaimana Mama KH. Moch. Ma’soem sering mengisi berbagai kegiatan PUI di Pancoran, Jakarta. Kehadiran beliau selalu membawa nasihat, keteduhan, dan semangat bagi para kader,” tutur KH Nur Ihsan yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PUI.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PUI, Dr. Kana Kurniawan, M.A.Hk., menyampaikan bahwa kiprah KH. Moch. Ma’soem merupakan bagian penting dari perjalanan panjang PUI dalam membangun umat melalui jalur dakwah dan pendidikan.

“Haul ini bukan sekadar mengenang sosok yang telah mendahului kita, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perjuangan dakwah harus terus dilanjutkan dengan semangat yang sama. Almaghfurllah KH. Moch. Ma’soem telah menunjukkan teladan tentang bagaimana mengabdikan ilmu, tenaga, dan waktu demi kemajuan umat dan organisasi,” ujar Dr. Kana Kurniawan.
Ia menambahkan bahwa warisan para ulama PUI harus terus ditransformasikan kepada generasi muda agar nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keummatan tetap terjaga di tengah tantangan zaman.
“PUI dibangun di atas fondasi perjuangan para ulama yang ikhlas. Karena itu, generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk menjaga semangat tersebut melalui penguatan pendidikan, dakwah, dan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Haul ke-29 Almaghfurlah KH. Moch. Ma’soem dihadiri oleh keluarga besar KH Moch. Ma’soem, pengurus dan anggota PUI, para ulama, tokoh masyarakat, alumni, serta masyarakat umum yang bersama-sama memanjatkan doa bagi almarhum.

Melalui kegiatan tersebut, keluarga besar PUI berharap warisan keilmuan, keistikamahan, dan semangat juang KH. Moch. Ma’soem dapat terus menginspirasi langkah organisasi dalam membangun peradaban umat di masa mendatang.



