DPP PUI Kunjungan Kehormatan ke Kedutaan Besar Republik Belarus, Bahas Kerja Sama Pendidikan hingga Ekonomi

Jakarta — Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ummat Islam (DPP PUI) melakukan kunjungan kehormatan (courtesy call) ke Kedutaan Besar Republik Belarus di Jakarta pada Kamis (26/2). Rombongan DPP PUI dipimpin oleh Ketua Umum DPP PUI, H. Raizal Arifin, didampingi Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP PUI Dr. Ade Wibisono, serta Supriadi dan Okta Suhara.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Belarus untuk Republik Indonesia, Yang Mulia (H.E.) Dr. Raman Ramanouski (Raman Romanovsky).
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum DPP PUI H. Raizal Arifin menegaskan bahwa PUI sebagai organisasi kemasyarakatan Islam tingkat nasional memiliki komitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan perdamaian dunia melalui pendidikan, dakwah, sosial kemanusiaan, serta penguatan kerja sama internasional.
“Kami memandang hubungan Indonesia dan Belarus memiliki potensi strategis yang besar, tidak hanya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, tetapi juga dalam kerja sama ekonomi, perdagangan, serta pengembangan teknologi,” ujar H. Raizal Arifin.

Ketua Umum DPP PUI juga menekankan pentingnya peran masyarakat sipil dan organisasi keumatan dalam memperkuat hubungan antarbangsa melalui diplomasi masyarakat (people-to-people diplomacy), termasuk mendorong kolaborasi di sektor ekonomi produktif yang berdampak langsung bagi kesejahteraan umat.
DPP PUI menyampaikan ketertarikan terhadap peluang kerja sama di bidang industri strategis, pertanian modern, pupuk, alat berat, teknologi manufaktur, serta perdagangan komoditas unggulan kedua negara. Selain itu, dibahas pula potensi investasi, pengembangan UMKM, serta kerja sama pelatihan sumber daya manusia untuk menghadapi tantangan ekonomi global.
“Kami berharap ke depan dapat terbangun kemitraan konkret yang saling menguntungkan, termasuk membuka akses kerja sama bisnis, pendidikan vokasi, serta pertukaran teknologi yang dapat mendukung pembangunan ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Sementara itu, Duta Besar Belarus H.E. Dr. Raman Ramanouski menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi peran organisasi masyarakat dalam memperkuat hubungan bilateral. Ia menegaskan kesiapan Belarus untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia di berbagai bidang, termasuk perdagangan, industri, pendidikan, dan budaya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, mencerminkan semangat persahabatan serta komitmen bersama untuk memperkuat hubungan Indonesia–Belarus di tingkat masyarakat maupun antar lembaga.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terjalinnya kerja sama yang lebih luas antara Persatuan Ummat Islam dengan berbagai institusi di Republik Belarus, khususnya dalam mendukung pembangunan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perdamaian global.



