Kabar Nasional

PP Wanita PUI Tandatangani SPK dengan 8 Lembaga Pendidikan, Perkuat Gerakan Satgas Islah Lawan OPSM

Jakarta – Pimpinan Pusat (PP) Wanita Persatuan Ummat Islam (PUI) resmi melaksanakan seremonial penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) antara GiGa Indonesia dengan delapan lembaga pendidikan di bawah naungan PUI, Ahad (26/7/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi pembentukan Satgas Manajemen Risiko Bencana Sosial Orientasi dan Perilaku Seksual Menyimpang (MRBS-OPSM) yang telah digelar pada Mei lalu, sekaligus penguatan dari nota kesepahaman (MoU) antara PP Wanita PUI dan GiGa Indonesia yang telah ditandatangani pada 18 April 2026.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP Wanita PUI, Hj. Herliani, M.Ag., menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam melindungi generasi dari ancaman perilaku menyimpang yang kian meresahkan.

“Ikhtiar ini kami lakukan sebagai bentuk syiar dengan cinta, untuk membentengi anak biologis kita di rumah dan anak akademis kita di sekolah, madrasah, maupun pondok, melalui tindakan preventif di lingkungan terdekat,” ujar Hj. Herliani.

Ia menambahkan bahwa OPSM bukan lagi persoalan yang bisa dianggap remeh, karena telah menjadi bencana sosial yang membahayakan siapa saja, tanpa memandang usia. Menurutnya, perilaku menyimpang tersebut kini semakin marak terjadi di berbagai lingkungan, bahkan tidak jarang dilakukan oleh orang-orang terdekat korban.

“SPK ini adalah ikhtiar bersama untuk melindungi, bukan hanya anak-anak, tetapi juga orang dewasa sekalipun. OPSM sudah menjauhkan kita dari nilai-nilai ajaran agama, dan jika semua bergerak bersama secara masif melalui gerakan yang kami namakan Satgas Islah, insya Allah kita bisa melawannya,” tegasnya.

Ketua Umum PP Wanita PUI juga menyampaikan harapannya agar semakin banyak sekolah dan lembaga pendidikan di lingkungan PUI yang turut melakukan SPK serupa, sehingga gerakan preventif ini dapat menjangkau lebih luas.

“Harapan kami, akan terus bertambah sekolah dan lembaga pendidikan PUI yang melakukan SPK, supaya kita semakin kuat bergerak bersama membentengi generasi dari perbuatan keji yang bernama OPSM,” pungkasnya.

Delapan Lembaga Pendidikan yang Menandatangani SPK

Delapan lembaga pendidikan di bawah naungan PUI yang menandatangani SPK dalam kegiatan ini adalah MTs Darul Ulum PUI Majalengka, MA Darul Ulum PUI Majalengka, MTs Putri PUI Talaga, MA Putri PUI Majalengka, MTs Darul Ulum Talaga, MA Darul Ulum Talaga, MA PUI Cijantung Ciamis, serta Lembaga Mufidah Santi Asromo PUI Maja.

Delapan Fasilitator Satgas Islah

Guna mendampingi implementasi Satgas di masing-masing lembaga, PP Wanita PUI turut menetapkan delapan nama pengurus sebagai fasilitator, yaitu Dr. Munipah, M.Pd. (MA PUI Cijantung Ciamis), Dr. Diden Rosenda, M.Ad. (MTs Darul Ulum PUI Majalengka), Yayah Rohayati, S.Pd.I (MTs Putri PUI Talaga), Dra. Hj. Dedah Rufaedah Sri Handari (MA Darul Ulum PUI Majalengka), Ir. Hj. Rita Junianti (MA Darul Ulum PUI Talaga), Houda Muljanti, S.H., M.M. (Lembaga Mufidah Pondok Santi Asromo Maja-Majalengka), Riyana Widiyawati, M.Pd. (MTs Darul Ulum PUI Talaga), dan Ferry Fitriyah Mumu, M.Hum. (MA Putri PUI Talaga).

Kegiatan seremonial ini turut dihadiri oleh Ketua GiGa Indonesia yang memberikan sambutan dan arahan strategis terkait implementasi program ke depan, serta diikuti oleh perwakilan kepala sekolah/madrasah dari masing-masing lembaga yang menandatangani SPK secara langsung dalam pertemuan daring tersebut.

Dengan ditandatanganinya SPK ini, PP Wanita PUI berharap gerakan Satgas Islah dapat terus meluas dan menjadi model pencegahan OPSM yang efektif di lingkungan pendidikan Islam di Indonesia, sejalan dengan semangat Allahu ghayatuna, wal ikhlasu mabdauna, wal islahu sabiluna wal mahabbatu syi’aruna.

Related Articles

Back to top button