PD PUI Kabupaten Cianjur Periode 2020-2025 Resmi Dilantik
Prosesi pelantikan PD PUI Kabupaten Cianjur Periode 2020-2025 di Gedung Aula Serbaguna Assakinah Cianjur, Sabtu (17/10). (foto: humas PUI)

PD PUI Kabupaten Cianjur Periode 2020-2025 Resmi Dilantik

CIANJUR – Pimpinan Daerah Persatuan Umat Islam (PD PUI) Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat Periode 2020-2025, resmi dilantik, Sabtu (17/10). Pelantikan yang digelar di Gedung Aula Serbaguna Assakinah Cianjur itu, melantik juga PD Wanita PUI dan PD Pemuda PUI Kabupaten Cianjur.

Pada acara pelantikan ini, dihadiri kurang lebih 400 tamu undangan perwakilan dari cabang PUI se-Kabupaten Cianjur dan dari berbagai pimpinan ormas dengan menerapkan protokoler covid-19 yang sangat ketat. Disamping itu, hadir juga Dr. H. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si. selaku Ketua Majelis Syura PUI, PW Wanita PUI Jabar, PW Pemuda PUI Jabar, Ketua MUI Kabupaten Cianjur, Plt Bupati Kabupaten Cianjur yang diwakili Asda II.

Pada kesempata itu, Ketua Umum DPD PUI Kabupaten Cianjur, KH. Wawan Rodibillah mengungkapkan, terpilihnya dia sebagai Ketua Umum PUI Cianjur, merupakan musibah yang sangat besar dan amanah yang tidak kecil. Namun begitu, KH Wawan meminta dukungan dan sokongan dari semua pihak, terutama para kiyai dan sesepuh di Cianjur, untuk kepengurusa PD PUI Cianjur yang baru dilantik.

Sehingga ukhuwah islamiyah dan islam wasatiyah di Cianjur dapat terwujud. Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak terutama Pemda Kabupaten Cianjur dan DPRD Kabupaten Cianjur, dan seluruh ormas islam Cianjur dengan hadirnya tim elit dari masing-masing ormas Islam ada banser, kokam, brigade persis, laskar pembela islam, prisai syarekat islam dan brigade intisab yang telah memberikan dukungan selama ini, sehingga musda dan pelantikkan PD PUI Kabupaten Cianjur bisa terlaksana dengan sukses,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum DPW PUI Jabar, Dr. H. Engkos Kosasih mengatakan, pelantikkan PUI Kabupaten Cianjur, merupakan pelantikkan yang luar biasa. Sebab pertamakali dalam acara pelantikkan, PUI melibatkan semua ormas islam. Hal ini, kata dia, menunjuukan bahwa Persatuan Ummat Islam di Cianjur benar-benar terwujud.

“Kami bangga dengan PD PUI Cianjur yang mampu menghadirkan kebersamaan dengan para ormas lain untuk suksesnya acara pelantikkan ini. Acaranya sangat khidmat, semoga bisa menjadi contoh bagi pelaksanaan kegiatan PUI di PD-PD PUI lainnya,” tuturnya.

“Merajut Ukhuwah dan pemikiran Islam Wasatiyah atau Siger Tengah Khoirul Umur Ausatuha, sebaik-baik perkara/urusan adalah yang pertengahan, harus terurus diwujudkan serta menjadi sikap keseharian kita dalam beragama dan hidup bermasyarakat,” imbuhnya.

Ketua MUI Kabupaten Cianjur dalam sambutannya mengucapkan selamat dan sukses kepada kepengurus PUI Cianjur yang baru dilantik. Dia juga berharap agar kepengurusan PUI Cianjur bisa mengemban amanah dengan sebaik-baiknya dan diberikan kemudahan serta keberkahan dari Allah SWT.

“PUI adalah ormas terbesar sesungguhnya yang ada di Indonesia ini, karena NU, Muhamadiyah, Persis dan ormas-ormas lainnya semuanya berada di PUI menjadi satu. Oleh karena itu saya berarap bahwa Persatuan Ummat Islam bisa terwujud,” harapnya.

Masih di tempat sama, Ketua Majelis Syura PUI Dr. H. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si., mengajak kepada semua pihak untuk memiliki sikap optimis dalam menatap masa depan dan memiliki cita-cita besar.

“Karena Ibnu Kholdun mengatakan, bahwa tidak mungkin kita memiliki prestasi besar tanpa ada cita-cita besar terlebih dahulu. Tidak mungkin ada cita-cita besar tanpa ada pikiran besar terlebih dahulu dan tidak mungkin ada pikiran besar kecuali memiliki landasan pengetahuan yang memadai, karena landasan pengetahuan yang memadai itulah yang akan menghadirkan pikiran besar, pikiran besar akan menghadirkan cita-cita besar dan cita-cita besar akan menghadirkan karya-karya besar untuk ummat manusia.

Aher menambahkan, setiap ormas dimana pun, bernaung ke PUI yang namanya tidak bisa ditandingi. Nama besar itu, harus dihadirkan dalam cita-cita besar dalam sebuah gerak dan langkah menuju masa depan yang dicita-citakan bersama.

“Seorang pemikir Islam asal mesir Kiyai Hasan, mengungkapkan tahapan-tahapan perjuangan menuju cita-cita besar yang diinginkan, kita harus membentuk individu muslim yang Islami, membentuk keluarga Islami. Maka dengan demikian akan tercipta masyarakat, negara dan peradaban dunia yang islam,” katanya.

“Oleh karenanya, mari kita hadirkan pengetahuan yang memadai pada anak-anak muda kita, supaya anak-anak muda kita mempunyai pikiran besar, dan pikiran besar inilah yang akan menghadirkan cita-cita besar dan hanya cita-cita besarlah yang akan menghadirkan karya-karya besar. Tidak pernah ada orang yang berkarya dan berprestasi besar tanpa cita-cita besar yang diawali oleh pikiran dan pengetahuan yang memadai,” tambahnya.

“Dan kita diminta untuk optimis selalu, karena kemenangan itu akhirnya ada ditangan kita kaum muslimin, dengan atau tanpa kita Islam akan menang dan berjaya, pertanyaannya kita akan terlibat dan akan menjadi bagian dari menyukseskan kemenangan tersebut atau tidak,” pungkasnya. (**)