Pemuda PUI: Keberanian Jamaah Selamatkan Anak-anak di Penembakan San Diego Adalah Teladan Kemanusiaan

Jakarta – Pengurus Pusat Pemuda Persatuan Ummat Islam (PP Pemuda PUI) mengutuk keras aksi penembakan yang terjadi di Islamic Center of San Diego, California, Amerika Serikat, yang menewaskan sejumlah jamaah saat berupaya menyelamatkan anak-anak dan civitas sekolah Islam di dalam kompleks masjid tersebut.
Peristiwa yang terjadi pada Senin, 18 Mei 2026 waktu setempat itu dilakukan oleh dua pelaku remaja bersenjata yang menyerang kawasan masjid dan sekolah Islam saat aktivitas pendidikan berlangsung. Berdasarkan hasil investigasi awal aparat Amerika Serikat, pelaku diduga memiliki motif kebencian terhadap Islam dan terpapar paham ekstremisme serta konten kebencian di ruang digital.
Saat kejadian, terdapat sekitar 140 anak di lingkungan sekolah Islam yang berada dalam kompleks Islamic Center of San Diego. Berkat tindakan cepat petugas keamanan, guru, dan jamaah, para siswa berhasil diamankan sehingga korban yang lebih besar dapat dicegah.
Wakil Ketua Umum PP Pemuda PUI, Ahmad Gabriel, menyatakan bahwa keberanian petugas keamanan Amin Abdullah serta para jamaah Mansour Kaziha dan Nadir Awad yang berupaya melindungi anak-anak di tengah situasi penembakan merupakan teladan kemanusiaan yang sangat luhur.
“Kami mengutuk keras aksi penembakan di Islamic Center of San Diego yang menargetkan kawasan rumah ibadah dan pendidikan. Keberanian Amin Abdullah, Mansour Kaziha, dan Nadir Awad dalam menyelamatkan anak-anak adalah teladan kemanusiaan yang melampaui batas agama dan negara. Mereka menunjukkan bahwa menjaga kehidupan manusia adalah nilai universal yang harus dijunjung bersama,” ujarnya.

Menurut Ahmad Gabriel, tragedi tersebut menjadi pengingat serius tentang bahaya Islamofobia, politik kebencian, serta radikalisasi yang berkembang di tengah masyarakat global, terutama melalui media digital.
“Kita tidak boleh membiarkan generasi muda tumbuh dalam budaya kebencian, permusuhan, dan dehumanisasi. Pendidikan akhlak, literasi digital, serta penguatan nilai kemanusiaan harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen bangsa dan dunia,” katanya.
PP Pemuda PUI juga menyerukan kepada pemerintah setempat di Amerika Serikat dan seluruh pemangku kebijakan dunia untuk tidak memberikan ruang terhadap narasi Islamofobia dan sentimen anti-Islam yang dapat memicu tindakan kekerasan serupa di masa mendatang.
“Segala bentuk ujaran kebencian, diskriminasi, dan Islamofobia harus dihentikan. Pemerintah dan otoritas terkait harus serius melindungi rumah ibadah dan lembaga pendidikan agar tragedi serupa tidak kembali terjadi,” tambah Ahmad Gabriel.
PP Pemuda PUI menilai rumah ibadah dan lembaga pendidikan harus menjadi ruang paling aman bagi anak-anak dan masyarakat. Karena itu, organisasi kepemudaan Islam tersebut mengajak seluruh pemuda dunia untuk memperkuat solidaritas lintas agama, perdamaian, dan penghormatan terhadap kehidupan manusia.
Selain itu, PP Pemuda PUI juga mengapresiasi berbagai elemen lintas agama di Amerika Serikat dan dunia internasional yang turut menyampaikan solidaritas kepada komunitas Muslim San Diego pasca tragedi tersebut.



