PUI Kutuk Keras Serangan Israel ke Pos UNIFIL Indonesia, serukan Shalawat Asyghil

Jakarta, 30 Maret 2026 – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Ummat Islam (PUI) menyatakan kecaman paling keras atas serangan artileri Israel yang menewaskan Praka Farizal Rhomadhon dari Kontingen Garuda XXIII-S UNIFIL di Lebanon Selatan pada 29 Maret 2026 malam waktu setempat.
Ketua Umum DPP PUI, H. Raizal Arifin, M.Sos, mengecam agresi brutal Israel ini sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi DK PBB 1701.
“Serangan ini bukan insiden terisolasi, melainkan pola berulang IDF, yang kali ini merenggut nyawa pahlawan kita, mengancam ribuan prajurit TNI yang sedang menjaga perdamaian dunia atas nama kemanusiaan,” tegasnya.
Raizal Arifin menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum Praka Farizal Rhomadhon—istri Fafa Nur Azila dan putri tercinta Shanaya Almahyra Elshanu yang baru berusia 2 tahun—serta kepada satu prajurit luka berat dan dua luka ringan.
“Kami berduka atas kehilangan putra terbaik bangsa dari Kulon Progo ini, yang gugur di medan tugas mulia. DPP PUI berharap keluarga diberi ketabahan luar biasa, dan jenazah segera dipulangkan dengan penghormatan penuh oleh negara.”
Raizal Arifin juga menyampaikan komitmen DPP PUI mendampingi keluarga korban apabila diperlukan, sembari mendesak Kementrian Pertahanan dan Mabes TNI untuk melakukan kaji-ulang postur pertahanan batalyon serta memperkuat proteksi personel satuan prajurit UNIFIL dari TNI di tengah eskalasi regional pasca-serangan AS-Israel ke Iran Februari lalu.
Sementara itu, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PUI, Adhe Nuansa Wibisono, Ph.D, mengamini pernyataan Ketum Raizal Arifin, bahwa hasil kajian internal dari Bidang Hubungan Luar Negeri & Kajian Kebangsaan DPP PUI, perlu kiranya Mabes TNI & Kemhan melakukan evaluasi force protection, melakukan tactical safety review khususnya prosedur keamanan bagi sekitar 1.000 prajurit Kontingen Garuda UNIFIL di Lebanon Selatan.
Hal ini mencakup peningkatan pengamanan pos seperti Indobatt UNP 7-1, identifikasi ancaman artileri tidak langsung dari IDF, serta protokol evakuasi cepat, mengingat pola serangan berulang sudah terjadi sejak Oktober 2024.
Wibisono menambahkan, Koordinasi kolektif dengan negara penyumbang pasukan besar seperti Italia (sekitar 1.000 personel), Prancis (700+), dan Spanyol (600+) dapat membentuk tekanan bersama ke IDF untuk menghentikan serangan terhadap para operator peacekeepers.
H. Raizal Arifin juga menyampaikan agar kiranya Menlu Sugiono dapat melakukan inisatif sebagai Menlu untuk mempercepat koordinasi logistik pemulangan jenazah Praka Farizal Rhomadhon dan korban luka, bekerja sama dengan UNIFIL dengan dukungan Pesawat dari TNI AU, sembari menegaskan komitmen untuk mempertahankan pasukan di lapangan.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga citra Indonesia sebagai kontributor peacekeeping PBB terbesar ke-8 (dengan 2.700+ personel global) sesuai visi Presiden Prabowo, tanpa mundur prematur yang dapat melemahkan pengaruh diplomasi pertahanan RI. Pemanfaatan forum Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) juga memungkinkan tekanan multilateral kepada entitas Israel di Lebanon Selatan.
Di akhir wawancara, H. Raizal Arifin mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kaum muslimin untuk membaca Shalawat Asyghil selama 7 hari ke depan di masjid-masjid, agar ditimpakan kehancuran bagi para perencana dan pelaku, baik perwira maupun prajurit teknis di lapangan, mulai dari komandan hingga elit Israel yang merancang serangan keji ini—sehancur-hancurnya. Semoga kiranya Allah menjaga para putera terbaik Indonesia yang Tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon. []
Kontak Media:
Bidang Hubungan Luar Negeri DPP PUI
Email: humas@dpp-pui.or.id | WA: 081311999020



