PUI Sampaikan Keprihatinan Mendalam atas Musibah Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, Dorong Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Pelayaran

Ditulis oleh

di

Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ummat Islam (DPP PUI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang terjadi di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026). Kapal yang melayani rute Surabaya-Makassar dan mengangkut sekitar 250 orang tersebut dilaporkan terbakar sekitar pukul 06.00–07.00 WIB, dengan titik api diduga berasal dari bagian belakang bawah kapal sebelum akhirnya merembet dengan cepat ke seluruh badan kapal. Hingga pembaruan data terakhir, tercatat lima orang meninggal dunia dan 231 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh sepuluh kapal penolong yang bergerak menuju lokasi kejadian.

Kedatangan para korban selamat di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, turut diwarnai momen haru saat mereka bertemu kembali dengan sanak keluarga yang telah menanti dengan cemas sejak insiden terjadi.

Ketua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat DPP PUI, Dr. Mohan, menyampaikan turut berdukacita atas para korban jiwa dan menaruh simpati mendalam bagi seluruh penumpang yang mengalami kepanikan luar biasa di tengah lautan.

“Kami dari DPP PUI turut berdukacita yang mendalam atas musibah kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 ini, serta menyampaikan simpati kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan. Membayangkan penumpang yang harus melompat ke laut dan bertahan berjam-jam demi menyelamatkan diri, ini adalah pengalaman yang sangat mengerikan dan tidak boleh terulang kembali,” ujar Mohan.

Ia mengapresiasi kerja cepat tim SAR gabungan, TNI, Polri, kapal-kapal niaga, hingga nelayan setempat yang bahu-membahu melakukan evakuasi di tengah kondisi laut yang menantang.

“Kami mengapresiasi sinergi dan kesigapan tim SAR gabungan bersama kapal-kapal niaga dan nelayan yang turut membantu proses evakuasi. Kekompakan semacam ini menunjukkan tingginya semangat gotong royong dan kepedulian sesama anak bangsa di tengah musibah,” tambahnya.

KM Mutiara Sentosa 2 terbakar ratusan penumpang dievakuasi dari laut Madura. Foto: ANTARA FOTO/ Umarul Faruq

Lebih lanjut, Mohan mendorong pemerintah dan otoritas terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan pelayaran nasional, mengingat insiden kebakaran kapal penumpang masih kerap terjadi di perairan Indonesia.

“Musibah ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan pelayaran nasional, mulai dari kelayakan armada, prosedur tanggap darurat, hingga ketersediaan alat keselamatan yang memadai bagi seluruh penumpang. Keselamatan jiwa masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap moda transportasi publik,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kader dan simpatisan PUI, untuk turut mendoakan keselamatan proses pencarian korban yang masih berlangsung, serta memberikan dukungan moral bagi keluarga korban yang tengah berduka.

“Mari kita panjatkan doa bersama, semoga para korban yang masih dalam proses pencarian segera ditemukan, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” pungkas Mohan.

DPP PUI menyatakan siap berkontribusi melalui jaringan sosial dan kemanusiaannya apabila dibutuhkan dalam proses pemulihan pascamusibah, sekaligus mendorong pemerintah untuk terus memperkuat pengawasan keselamatan transportasi laut demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.