Hj Neni Fauziah: Dzikir Mishbahul Falah Akan Menguatkan Hati dan Persatuan Warga PUI

Jakarta – Momentum spiritual mewarnai rangkaian Silaturahim & Sarasehan Da’i PUI se-Jabodetabek ketika Hj. Neni Fauziah memberikan ijazah Dzikir Mishbahul Falah kepada para peserta. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan keyakinannya bahwa dzikir warisan ulama pendiri ini akan menjadi penguat hati, pemersatu langkah, sekaligus pembuka keberkahan bagi warga Persatuan Ummat Islam (PUI).
HJ Neni Fauziah merupakan cucu dari pendiri PUI, KH Ahmad Sanusi, ulama besar yang dikenal sebagai pejuang, pendidik, dan penggerak kebangkitan umat. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Dzikir Mishbahul Falah adalah warisan amaliah para pendiri yang harus dijaga dan diamalkan secara istiqamah. Dzikir ini bukan sekadar bacaan rutin, melainkan bekal ruhani untuk memperkuat hati dalam perjuangan dan pelayanan kepada umat.
Menurut Hj. Neni, dzikir yang dibaca secara konsisten akan memberikan dampak spiritual yang mendalam, termasuk melapangkan rezeki dan menenangkan jiwa. Ia menekankan bahwa keberkahan tidak datang secara instan, melainkan melalui kesungguhan dan kontinuitas dalam beramal. Karena itu, Dzikir Mishbahul Falah harus dihidupkan dalam keseharian warga PUI, baik secara pribadi maupun berjamaah.
Untuk memudahkan pemahaman, Hj. Neni memberikan analogi sederhana. Ia mengibaratkan dzikir seperti menanam pohon. Jika seseorang menanam pohon cengkeh, maka ia harus merawatnya dengan sabar dan istiqamah selama bertahun-tahun sebelum menghasilkan panen yang berlimpah. Hasilnya besar, namun membutuhkan kesungguhan dan ketekunan dalam merawatnya.Sebaliknya, ia menggambarkan pohon cabai yang hanya membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk berbuah. Hasilnya memang cepat terlihat, tetapi tidak sebesar dan setahan lama pohon cengkeh.Demikian pula dengan dzikir, jika diamalkan secara rutin dan dirawat dengan istiqamah, maka hasilnya akan besar dan berkelanjutan. Namun jika tidak diamalkan secara konsisten, itu sama saja seperti tidak merawat pohon yang sudah ditanam, sehingga tidak menghasilkan apa-apa.
Ketua Panitia Ramadhan Islah PUI, Ust. Rijalul Imam, turut menguatkan pesan tersebut. Ia berharap Dzikir Mishbahul Falah dapat diamalkan oleh para pengurus, anggota majelis taklim, santri, siswa, hingga seluruh jamaah PUI di berbagai daerah. Menurutnya, penguatan organisasi harus dimulai dari penguatan ruhiyah agar setiap langkah dakwah dilandasi hati yang bersih dan kokoh.
Hj. Neni juga menyatakan kesiapannya untuk berkeliling ke berbagai kota dan kabupaten, khususnya mengumpulkan majelis taklim-majelis taklim PUI untuk mengajarkan dan mengijazahkan Dzikir Mishbahul Falah secara langsung. Ia optimistis, jika dzikir ini dihidupkan secara luas, maka hati warga PUI akan semakin kuat, rezeki dilapangkan, dan persatuan organisasi akan semakin kokoh dari generasi ke generasi.



