DPP Wanita PUI Hadiri Seminar Nasional Ketahanan Pangan Nasional Bersama KOWANI dan Mitra Strategis

Ditulis oleh

di

,

Jakarta, 27 Juli 2026 – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wanita Persatuan Ummat Islam (PUI) turut berpartisipasi dalam Seminar Nasional bertajuk “Menguatkan Ketahanan Pangan Nasional melalui Pemberdayaan Perempuan, Hilirisasi Pangan Lokal, serta Gerakan Tempe Indonesia Goes to UNESCO” yang diselenggarakan oleh Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) bersama berbagai mitra strategis. Kegiatan ini menjadi forum kolaboratif untuk memperkuat peran perempuan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pengakuan tempe sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

Pada kesempatan tersebut, DPP Wanita PUI diwakili oleh tiga orang delegasi, yaitu Yayah Rohayati, S.S. selaku Sekretaris I DPP Wanita PUI Bidang Kesekretariatan, Arsip, dan Media, didampingi oleh Hartati dari DPW Wanita PUI DKI Jakarta sertaSarah dari DPW Wanita PUI Jakarta. Kehadiran delegasi Wanita PUI merupakan bentuk partisipasi aktif organisasi dalam mendukung program-program strategis yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan, ketahanan pangan, dan pembangunan nasional.

Seminar diselenggarakan pada Senin, 27 Juli 2026, bertempat di Ballroom Graha Bank Mandiri, Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Jalan Imam Bonjol No. 61, Menteng, Jakarta Pusat. Acara dihadiri oleh organisasi perempuan anggota KOWANI, organisasi masyarakat, akademisi, pelaku usaha, komunitas pertanian dan pangan, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap isu ketahanan pangan nasional.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Umum KOWANI, Nannie Hadi Tjahjanto, S.H., serta keynote speech dari Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., dan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, S.E. Dalam kesempatan yang sama juga dilaksanakan Kick Off Gerakan Fun Walk Tempe Indonesia Goes to UNESCO, Kick Off Festival Panen Raya, serta penyerahan bibit tanaman secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sektor pangan nasional.

Seminar Nasional ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang yang membahas strategi penguatan ketahanan pangan melalui pemberdayaan perempuan, inovasi pertanian, hilirisasi pangan lokal, serta diplomasi budaya. Di antaranya Dr. Ir. Haryadi Sukamdani, Ph.D., yang memaparkan peran sektor perhotelan dan restoran dalam meningkatkan nilai tambah olahan tempe sebagai pangan lokal yang berdaya saing. Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah menjelaskan upaya Forum Tempe Indonesia dalam memperjuangkan pengakuan Tempe Indonesia Goes to UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

Materi seminar ini juga disampaikan oleh Dr. (Cdt.) Ir. Fathurrahman Mahfudz, M.Si., yang mengangkat pentingnya hilirisasi pangan lokal sebagai salah satu strategi memperkuat ketahanan pangan nasional. Sementara itu, Widiastuti, S.E., M.Si., Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, memaparkan kebijakan pemerintah dalam mendorong hilirisasi sektor pertanian guna meningkatkan nilai ekonomi komoditas pangan nasional. Adapun Atiek Sarjana, Ketua I KOWANI, menyampaikan materi mengenai diplomasi tempe sebagai identitas budaya Indonesia di tingkat internasional.

Selain pemaparan materi, peserta juga memperoleh wawasan mengenai pengembangan komoditas pangan alternatif, seperti sorgum yang memiliki ketahanan tinggi terhadap perubahan iklim dan kekeringan, serta berbagai inovasi dalam pengembangan varietas kedelai unggul sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan. Beragam materi tersebut memperkaya perspektif peserta mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

Keikutsertaan DPP Wanita PUI dalam seminar ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus berkontribusi dalam mendukung program-program pembangunan yang berorientasi pada kemaslahatan umat. Sebagai organisasi perempuan Islam, Wanita PUI memandang bahwa pemberdayaan perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.

Melalui partisipasi dalam forum nasional ini, DPP Wanita PUI berharap dapat memperluas sinergi dengan berbagai lembaga pemerintah, organisasi perempuan, akademisi, dan pelaku usaha dalam mengembangkan program-program yang mendukung kemandirian pangan, pemberdayaan perempuan, serta pelestarian kekayaan budaya bangsa. Semangat kolaborasi tersebut diharapkan menjadi ikhtiar bersama dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri, berdaya saing, dan berketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.