Dukung Palestina, Wanita PUI Bersama KPIQP Galang Bantuan
PP Wanita PUI bersama KPIQP menggalang dana sebagai dukungan untuk Palestina. (foto: humas PUI)

Dukung Palestina, Wanita PUI Bersama KPIQP Galang Bantuan

JAKARTA – Pengurus Pusat Wanita Persatuan Umat Islam (PP Wanita PUI), terus memberi dukungan untuk Palestina. Kali ini, dukungannya untuk Palestina dilakuan bersama sembilan organisasi masyarakat dan lembaga perempuan Indonesia lainnya, yang tergabung dalam Koalisi Perempuan Indonesia untuk Al Quds dan Palestina (KPIQP).

Mereka, mengadakan Munashoroh untuk Palestina secara online yang digelar Sabtu 3 Oktober 2020. Dalam acara itu, diisi dengan orasi, pembacaan puisi dan surat cinta untuk Palestina dari 10 ketua Ormas perempuan yang tergabung dalam KPIQP.

Meski berlangsung secara online, rasa haru biru dan semangat untuk membersamai perjuangan Palestina, memenuhi hati 500 peserta yang hadir. Dan bahkan di akhir acara terkumpul donasi sebesar Rp 265.000.000 dan hingga kini masih bertambah.

Pada kesempatan itu, Ketua PP Wanita PUI, Iroh Siti Zahroh, M.Si, membahas tema “Napak Tilas Peran Perempuan Pembebas Al Quds. Dan pasa saat itu juga, acara dibuka dengan pembacaan puisi yang berjudul “Apakah Telah Sampai Kepadamu Berita tentang Mahanazi?”

Dengan penuh penghayatan, Iroh melantangkan bait demi bait puisi yang berisikan kekejaman Israel terhadap anak-anak dan para perempuan Palestina, yang bahkan melebihi kebiadaban Nazi di masa lampau, hingga ia patut disebut Mahanazi.

Sementara itu, Nurjanah Hulwani, S.Ag., M.E., selaku Ketua KPIQP dalam sambutannya mengingatkan, bahwa momentum terbentuknya KPIQP di tanggal 17 Agustus 2020 lalu, sebagai pengingat tentang Palestina yang belum juga merdeka.

“Kita membantu palestina bukan karena kedhuafaan mereka tapi karena tanggung jawab kita sebagai umat Islam,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, disampaikan juga bahwa normalisasi hubungan yang dilakukan UEA dan Bahrain terhadap Israel beberapa waktu lalu, telah menciderai Palestina. Tidak hanya ia merasa ditikam dari belakang oleh sesama bangsa Arab, tetapi hal tersebut telah membuat Palestina teralienasi dari dunia Arab. Persoalan okupasi Israel terhadap Palestina seolah kini hanya dianggap sebagai permasalahan Palestina sendiri.

“Namun anggapan tersebut tidaklah benar. Sebab urusan Palestina menyangkut urusan seluruh ummat Islam dunia. Oleh karena itu, sebagai wujud dukungan yang kuat untuk Palestina KPIQP mengadakan Munashoroh untuk Palestina ini,” tutupnya. (**)