Sukses dan Khidmat, Puncak Milad 108 Tahun PUI dan Doa untuk Bangsa Perkuat Gerakan Islah Menuju Indonesia Emas 2045

Majalengka – Puncak Resepsi Milad 108 Tahun Persatuan Ummat Islam (PUI) dan Doa Bersama untuk Bangsa berlangsung sukses, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan di Pesantren Pondok Mufidah Santi Asromo, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/2/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 4.800 peserta ini melibatkan unsur Majelis Syura, Pimpinan Pusat, Wilayah, Daerah dan Cabang PUI, para kiai, guru, santri, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai daerah di provinsi Jawa Barat hingga Jakarta.
Hadir secara langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran pejabat utama Mabes Polri, antara lain Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, Aslog Kapolri Irjen Suwondo Nainggolan, dan Kadivhumas Polri Irjen Jhonny Edison Isir. Turut mendampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan serta Bupati Majalengka Eman Suherman.

Sejak pagi hari, peserta mengikuti registrasi dan persiapan acara yang diawali dengan dzikir bersama keluarga besar Santi Asromo dipandu oleh Ust Fikri Hari Rustianto. Momentum spiritual tersebut menjadi penguat ruh kebersamaan sebelum memasuki agenda utama.
Acara dipandu oleh MC PUI yang multi talenta yaitu Ust Rofiq Hidayat, lalu diisi dengan insight kebangsaan dan keummatan dari Wakil Ketua Majelis Syura PUI KH Iding Bahrudin, serta penampilan nasyid yang menambah semarak suasana.
Kedatangan VVIP disambut secara resmi oleh jajaran pengurus PUI dan panitia. Acara kemudian dibuka dengan tilawah Al-Qur’an oleh KH Yuyud Aspiyudin, pembacaan Intisab PUI oleh H. Nurhali Ahsan, serta menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebagai simbol komitmen keislaman dan kebangsaan yang berjalan beriringan.
Doa bersama untuk bangsa menjadi penegasan bahwa Milad ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum spiritual untuk memohon keberkahan dan kekuatan dalam menjaga persatuan Indonesia.

Ketua Panitia Puncak Milad ke-108, Irfan Ahmad Fauzi, yang juga Wakil Ketua Umum DPP PUI, dalam laporannya menyampaikan bahwa Milad ini merupakan momentum refleksi sejarah sekaligus konsolidasi gerakan menuju Indonesia Emas 2045.
Ia menegaskan bahwa kehadiran ribuan peserta menunjukkan soliditas jama’ah PUI. Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia pusat, panitia lokal, serta dukungan dari Kepolisian Resor Majalengka yang turut mengawal kelancaran acara.
“Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak. Kami memohon maaf apabila dalam penyelenggaraan masih terdapat kekurangan. Semoga kebersamaan hari ini memperkuat langkah Islah kita ke depan,” ujarnya.
Ketua Umum DPP Persatuan Ummat Islam, H. Raizal Arifin, menegaskan pentingnya Gerakan Islah sebagai ruh perjuangan organisasi.
“Islah bukan sekadar doing good, tetapi harus impactful. Perbaikan harus nyata, terukur, dan dirasakan umat,” tegasnya. Ia juga mengajak seluruh keluarga besar PUI untuk bersinergi membangun generasi unggul yang beriman, berakhlak, dan kompeten.
Ketua Majelis Syura PUI KH Nurhasan Zaidi menambahkan bahwa perjalanan organisasi selalu mengalami dinamika. Menurutnya, hal tersebut adalah sunnatullah.
“Kita semua adalah mujaddid kolektif. Tugas kita memperbarui semangat, menjaga persatuan, dan menghidupkan kembali ruh perjuangan para pendiri,” pesannya.

Bupati Majalengka Eman Suherman dalam sambutannya mengapresiasi kontribusi PUI dalam bidang pendidikan dan pembinaan masyarakat. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan PUI semakin kuat dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Momentum Milad juga diwarnai dengan penyerahan simbolis bingkisan dari Kapolri kepada enam perwakilan, yakni unsur santri, guru, kepala sekolah/madrasah, tokoh, pengurus PUI, dan masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi atas kontribusi PUI dalam menjaga persatuan dan membangun karakter generasi bangsa. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara ulama, umara, dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas nasional.

Menjelang penutupan acara, suasana semakin meriah dengan pembagian doorprize yang menghadirkan puluhan hadiah bagi peserta. Berbagai hadiah menarik dibagikan, di antaranya mesin cuci, kulkas, sepeda gunung, serta beragam barang elektronik lainnya. Puncaknya, panitia mengumumkan grand prize berupa dua hadiah umroh gratis, yang disambut antusias dan rasa syukur dari para peserta.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan pembagian 2.000 paket sembako kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian sosial dan komitmen nyata PUI dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat.
Puncak Milad ke-108 ini bukan sekadar peringatan usia organisasi, melainkan momentum memperkuat konsolidasi, meneguhkan Gerakan Islah, serta membangun sinergi menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan kehadiran ribuan peserta, dukungan tokoh nasional dan daerah, serta rangkaian acara yang sarat nilai spiritual, kebangsaan, dan sosial, Milad ke-108 PUI di Santi Asromo menjadi penegasan bahwa PUI tetap kokoh sebagai mitra strategis umat dan bangsa.




