Gubernur KDM di Pelantikan PW PUI Jawa Barat: Tanah Sunda Subur, Umat Harus Makmur

Bandung – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan pesan mendalam tentang karakter masyarakat Sunda dan pentingnya peran organisasi keumatan dalam membangun peradaban, saat menghadiri Pelantikan Pimpinan Wilayah (PW) Persatuan Ummat Islam (PUI) Jawa Barat Periode 2026–2031 yang dirangkaikan dengan Halal Bi Halal 1447 H di Bandung, Selasa (31/3/2026).
Dalam sambutannya yang disampaikan dengan gaya khas dan menggunakan bahasa Sunda, Dedi mengangkat filosofi lokal yang menggambarkan watak masyarakat Sunda. Ia menyebut bahwa orang Sunda memiliki dua sifat utama, yaitu pundungan dan borangan. Menurutnya, karakter ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi alam tanah Sunda yang subur dan melimpah.
“Karena tanahnya subur, orang Sunda itu tidak terbiasa jauh-jauh merantau. Segala kebutuhan hidup tersedia di tanahnya sendiri. Tapi di situlah tantangannya, bagaimana kesuburan ini melahirkan kekuatan, bukan justru kelemahan,” ungkapnya.
Dedi menekankan bahwa kondisi alam yang kaya seharusnya mendorong masyarakat untuk menjadi lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing. Ia pun mengaitkan hal tersebut dengan peran organisasi keagamaan seperti PUI dalam membina umat agar tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga tangguh secara sosial dan ekonomi.

Menurutnya, PUI memiliki posisi strategis sebagai organisasi yang lahir dari bumi Jawa Barat dan telah lama berakar di tengah masyarakat. Karena itu, ia berharap kepengurusan baru DPW PUI Jawa Barat mampu menjawab tantangan zaman dengan pendekatan yang relevan, tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal.
“Organisasi seperti PUI ini penting, karena dia bukan hanya bicara agama, tapi juga membangun manusia. Dan manusia yang kuat itu bukan hanya yang rajin ibadah, tapi juga yang mampu berdiri di atas kakinya sendiri,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga menyinggung sosok KH Dr Ahmad Heryawan, Ketua Majelis Masyayikh PUI yang turut hadir. Dengan nada bercanda, ia menyebut Kang Aher sebagai “gubernur panutan karena teu nyandung,” yang disambut gelak tawa para hadirin dan mencairkan suasana acara.
Pelantikan pengurus PW PUI Jawa Barat sendiri berlangsung khidmat, disaksikan oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua DPP PUI H Raizal Arifin dan Ketua Majelis Syuro PUI KH Nurhasan Zaidi. Sebanyak 72 pengurus resmi dilantik untuk mengemban amanah organisasi selama lima tahun ke depan.
Bagi Dedi, momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan titik awal untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat dalam membangun Jawa Barat yang lebih maju dan berkarakter.

“Kalau tanahnya sudah subur, tinggal manusianya yang harus dimakmurkan. Di situlah peran kita semua, termasuk PUI,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Halal Bi Halal 1447 H yang berlangsung penuh kehangatan. Para peserta saling bersilaturahmi dan bermaafan, menandai semangat kebersamaan dalam membangun umat dan daerah ke depan.



