PUI Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Syahriatul Liqo, dan Peringatan Fusi ke-74

Bogor — Pimpinan Daerah Persatuan Ummat Islam (PUI) Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Halal Bihalal, Syahriatul Liqo, sekaligus memperingati Fusi PUI ke-74. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Masjid Daarul Hijrah, Pamijahan, pada Minggu (5/4/26), mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Mengangkat tema “Memperkuat, Meningkatkan Solidaritas, dan Mewujudkan PUI dalam Pemberdayaan Ummat”, acara ini dihadiri sekitar 300 peserta yang terdiri dari pengurus cabang PUI se-Kabupaten Bogor, jamaah dan kader, tokoh masyarakat, alim ulama, serta unsur pemerintahan setempat.
Pimpinan Lembaga Daarul Hijrah selaku tuan rumah dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa lembaganya siap terus bersinergi dengan PUI dalam berbagai program keummatan.
Menurutnya, kehadiran PUI selama ini telah menjadi bagian penting dalam penguatan dakwah dan pembinaan umat di lingkungan lembaga. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung program-program PUI ke depan.
Ketua Umum DPD PUI Kabupaten Bogor, H. Herdi Hendrawan, dalam sambutannya menekankan bahwa momentum Halal Bihalal dan peringatan Fusi PUI harus menjadi sarana untuk memperkuat ukhuwah serta soliditas organisasi.
Ia menyampaikan bahwa nilai kebersamaan yang terbangun dalam Halal Bihalal, serta semangat persatuan dalam peristiwa fusi, merupakan modal utama dalam menjalankan peran PUI di tengah masyarakat.
Selain itu, ia juga mengingatkan kembali bahwa Pamijahan memiliki nilai historis sebagai salah satu basis pergerakan PUI, termasuk keterkaitannya dengan perjuangan para tokoh PUI terdahulu terutama KH. Sholeh Iskandar. Karena itu, menurutnya, menjaga tradisi peringatan fusi di Bogor bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari upaya merawat sejarah dan semangat perjuangan organisasi.

Sementara itu, Ketua Umum DPW PUI Jawa Barat, H. Saefullah Maruf, M.Sos menegaskan pentingnya menjadikan gerakan ishlah wasathiyah sebagai karakter utama kader dan jamaah PUI.
Ia mengajak seluruh kader untuk memiliki kepedulian terhadap persoalan umat, peka terhadap berbagai tantangan sosial, serta berperan aktif dalam menghadirkan solusi.
Menurutnya, PUI tidak cukup hanya menjadi organisasi yang hadir secara struktural, tetapi harus mampu menjadi pelopor dalam gerakan perbaikan dan perubahan di tengah masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi dengan berbagai pihak sebagai bagian dari spirit fusi dalam menghadapi dinamika zaman yang terus berkembang.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ketua Majelis Syura PUI, KH. Nurhasan Zaidi. Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan bahwa kunci kebahagiaan hidup terletak pada keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ia menjelaskan bahwa orang yang bertakwa akan mendapatkan berbagai keutamaan, di antaranya diangkat derajatnya, diberikan jalan keluar dari setiap persoalan, serta dianugerahi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum bulan Syawal sebagai titik awal dalam meningkatkan kualitas keimanan, memperkuat amal, serta memperkokoh komitmen dalam membangun kehidupan umat yang lebih baik.
Kegiatan ini berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Diharapkan, momentum ini dapat semakin memperkuat peran PUI sebagai organisasi dakwah dan pemberdayaan umat yang solid, adaptif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.



