RAKORNAS Shofia Cahaya Bangsa 2026: Bekali Perempuan Muda dengan Jiwa Great Leader dan Strategi Dakwah Digital

BANDUNG, 12 April 2026 – Pengurus Pusat Shofia Cahaya Bangsa sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 10–12 April 2026, di Bandung. Mengusung tema “Perempuan Muda Hebat, Pilar Bangsa Yang Berkualitas dan Berkarakter”, acara ini menjadi momentum penguatan kapasitas kepemimpinan bagi aktivis perempuan muda di seluruh Indonesia.
Salah satu agenda yang menjadi sorotan utama adalah Workshop Great Leader yang dipandu oleh Tim Kreasa Akademi. Sesi intensif ini dirancang untuk membentuk karakter pemimpin yang tangguh, visioner, dan memiliki integritas tinggi dalam menghadapi dinamika tantangan sosial. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan manajerial serta teknik kepemimpinan modern agar mampu membawa perubahan positif yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Selain pelatihan kepemimpinan, RAKORNAS ini menghadirkan rangkaian materi strategis dari berbagai pakar dan tokoh nasional. Kepemimpinan Berintegritas: Menampilkan perspektif dari kementerian terkait seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengenai peran strategis perempuan menyongsong Indonesia Emas. Materi Dakwah di Era Digital yang disampaikan oleh Dra. Iroh Siti Zahroh, M.Si. memaparkan materi mengenai strategi dakwah bagi muslimah muda agar tetap relevan dan inspiratif di tengah disrupsi teknologi digital. Manajemen Organisasi yang disampaikan oleh Dr. Hj. Munifah Sudjai, M.Pd. memberikan arahan mengenai pengelolaan kepemimpinan yang produktif dan dinamis agar roda organisasi tetap hidup dan memberikan kontribusi berkelanjutan.
Ketua Umum PP Shofia Cahaya Bangsa, Ilin Ratna Tiara, S.Psi.I., M.Sos., menegaskan bahwa seluruh rangkaian materi ini bertujuan menciptakan kader yang tangguh dan visioner. Acara ditutup dengan perumusan agenda program bersama yang dipandu oleh Ilin Ratna Tiara bersama Riyas Yayuk Basuki, M.E., guna memastikan keberlanjutan isu-isu perempuan dalam program kerja mendatang.



