Kabar Nasional

Wisuda STAI Putra Galuh Ciamis: Ketua Umum DPP PUI Dorong Lulusan Jadi Agen Perubahan dan Pencipta Manfaat

Ciamis — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ummat Islam (DPP PUI), H. Raizal Arifin, M.Sos, menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses perjuangan akademik, melainkan awal dari ujian kehidupan yang sesungguhnya. Penegasan tersebut disampaikan dalam prosesi Wisuda STAI Putra Galuh Ciamis yang meluluskan 139 mahasiswa, bertempat di Gedung Islamic Center (IC) Ciamis, Rabu (28/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum DPP PUI berhalangan hadir dan diwakili oleh perwakilan DPP PUI sekaligus Sekretaris Badan Pengurus Harian (BPH) Perguruan Tinggi PUI, Ir. H. Ahmad Gemma N, ST., MBA. Namun pesan dan pandangan Ketua Umum DPP PUI tetap disampaikan secara utuh kepada para wisudawan.

Menurut H. Raizal Arifin, dunia pascakampus adalah ruang pembuktian nilai, bukan sekadar kompetisi angka akademik.

“Hari ini para wisudawan tidak lagi diuji dengan soal ujian di kelas, tetapi dengan realitas kehidupan yang tidak selalu ideal dan tidak selalu adil. Yang ditanya bukan lagi seberapa tinggi IPK, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa dihadirkan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa perguruan tinggi di lingkungan PUI tidak hanya mencetak pencari kerja, tetapi pencipta manfaat dan agen perubahan. PUI, lanjutnya, membutuhkan generasi sarjana yang berani bermimpi besar, mandiri secara ekonomi, dan siap mengambil peran kepemimpinan di tengah umat dan bangsa.

“Umat Islam tidak kekurangan orang pintar. Yang kita butuhkan adalah intelektual yang berani turun ke gelanggang, agamawan yang paham realitas, dan sarjana yang mampu menggabungkan ilmu, iman, serta ikhtiar ekonomi,” ujarnya.

Ketua Umum DPP PUI juga berpesan agar para lulusan tidak alergi terhadap dunia kewirausahaan dan tidak minder menjadi akademisi. Menurutnya, kewirausahaan dapat menjadi instrumen dakwah dan kemandirian umat, sementara keilmuan menjadi kompas agar perubahan tetap berada pada arah yang benar.

Ia mengingatkan bahwa gelar akademik hanyalah tiket masuk, bukan jaminan keberhasilan. Integritas, daya juang, dan keberanian memikul tanggung jawab sosial justru menjadi penentu masa depan.

Selain itu, Raizal Arifin mengajak para wisudawan untuk tetap menjaga ikatan dengan almamater dan Persatuan Ummat Islam.

“PUI adalah rumah besar saudara. Di sanalah nilai, jaringan, dan perjuangan bertemu,” katanya.

Kampus Tekankan Peran Lulusan sebagai Agen Perubahan

Sementara itu, Ketua STAI Putra Galuh Ciamis, Dr. H. Rahmat Hidayat, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penyerahan amanah besar kepada para lulusan untuk ikut membangun masa depan bangsa melalui pendidikan dan pengabdian sosial.

Sebanyak 139 wisudawan yang dikukuhkan terdiri dari:

  • 117 lulusan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
  • 18 lulusan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)
  • 4 lulusan Program Studi Perbankan Syariah

Dr. Rahmat berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, baik sebagai pendidik, profesional, maupun pelaku ekonomi yang berintegritas.

“Sebagai guru, kalian bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi membentuk karakter dan masa depan bangsa. Pendidikan adalah fondasi peradaban,” ujarnya.

Kepada lulusan Perbankan Syariah, ia memberikan pesan khusus agar mampu menghadirkan sistem keuangan yang lebih adil dan berkeadilan, berlandaskan nilai-nilai syariah, terutama di tengah tantangan ekonomi global.

“Teruslah belajar, adaptif terhadap teknologi, jaga integritas, dan rawat nama baik almamater. Berikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Hadiri Unsur Pemerintah dan Organisasi

Prosesi wisuda STAI Putra Galuh Ciamis turut dihadiri berbagai unsur, di antaranya Bupati Ciamis yang diwakili Asisten III Setda, Koordinator dan Sekretaris Kopertais Wilayah II Jawa Barat, jajaran DPP, DPW, dan DPD PUI, perwakilan Kementerian Agama, Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, serta tamu undangan lainnya.

Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan, menegaskan peran strategis perguruan tinggi Islam dalam melahirkan generasi beriman, berilmu, mandiri secara ekonomi, dan bermanfaat luas bagi umat dan bangsa.

Related Articles

Back to top button